Kumpulkan Informasi, Pemkab Batang akan Bentuk Tim Pengawasan Peredaran Barang Kena Cukai Ilegal

by
Sekda Pemkan Batang, Lani Dwi Rejeki membuka bintek pengumpulan informasi peredaran barang kena cukai ilegal.

BATANG – Untuk mengantisipasi peredaran barang kena cukai ilegal, Pemkab Batang akan membentuk tim identifikasi yang tersebar di seluruh kecamatan.

Guna mendukung rencana tersebut, pemkab melalui Bagian Perekonomian Setda menggelar bintek pengumpulan informasi peredaran barang kena cukai ilegal. Pesertanya sendiri berasal dari berbagai lintas instansi, seperti Satpol PP, kasi trantib kecamatan.

“Bintek ini untuk memberikan pengetahuan terkait informasi titik rawan peredarang barang kena cukai ilegal, seperti rokok dan lainya,” ujar Kepala Bagian Perekonomian Setda Batang, Suwanto, saat kegian bintek di hotel Sendangsari Batang, Kamis (21/10/2021).

Pada acara tersebut, Suwanto meminta kepada peserta agar mampu memberikan informasi terkait daerah mana yang menjadi peredaran ataupun perorangan atau warga yang memproduksi rokok yang tidak berpita cukai atau barang ilegal.

“Setelah bintek kita bentuk tim indentifikasi peredaran barang kena cukai ilegal, karena selama ini kita belum bisa mengidentifikasi daerah mana saja berpotensi memproduksi rokok ilegal. Dengan begitu, nantinya pengawasan maupun penindakanyapun akan bisa lebih maksimal,” jelas Suwanto.

Suwanto juga menuturkan di wilayah Kabupaten Batang ada potensi petani tembaku seperti kecamatan Tersono, Bawang dan Reban.

“Kasi trantib kecamatan nanti kita libatkan untuk mengidentifikasi kemungkinan di daerahnya terjadi penyimpangan untuk membuat laporan terkait rokok ilegal dan barang ilegal lainya,” tandasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Batang,Lani Dwi Rejeki yang membuka kegiatan bintek tersebut berharap peserta bintek dapat memahami dan dapat mengindentifikasi legalitas atas barang-barang kena cukai yang beredar di tengah masyarakat.

“Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tegal bersinergi dengan Satpol PP Kabupaten Batang untuk melakukan pemberantasan rokok illegal dengan maksimal. Caranya kita gelar sharing startegi agar kegiatan ini nantinya dapat optimal,” beber Sekda.

Sementara itu, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tegal, Ardianto Satriyo, mengatakan, dari 7 wilayah di eks Karsidenan Pekalongan baru Kabupaten Batang yang mengalawi bintek tersebut.

“Dana bagi hasil cukai terkait penegakan hukum alokasi danannya lumayan besar, maka dituntut peran serta aktif Pemda untuk melakukan pengumpulan informasi yang bersinergi dengan bea cukai melakukan operasi pemberantasan barang – barang ilegal,” kata Ardianto Satriyo.

Ardianto menyebutkan, bahwa perkembangan modus sekarang tren penjualan rokol ilegal atau pun barang tanpa cukai tidak lagi konfensional dengan dijual di toko maupun warung – warung, tapi sudah merabah ke penjualan online.

“Penjulan rokol ilegal maupun barang lainya sudah merambah ke online, dan sangat masif. Disamping lebih murah meraka juga aman dari sisi pengawasan petugas. Hal tersebut harus diwaspadai oleh temen – temen peserta bintek agar lebih jeli dalam melakukan pengawasan,” tandas Ardianto. (don)