Kerugian Negara Kasus Tuker Guling Exit Tol Capai Rp 511 Juta

by

Berkas P21, Jaksa Limpahkan Kedua Tersangka ke Lapas Kedungpane Semarang

Berkas perkara dugaan korupsi Tanah Kas Desa (TKD) Bojong Minggir, Kecamatan Bojong untuk tuker guling pembangunan Exit Bojong Tol Pemalang – Batang dinyatakan lengkap atau P21. Untuk itu, Kamis (21/10/2021) Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan mengirimkan kedua tersangka ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Kedungpane Semarang.

Dalam perkara melibatkan Mantan Kepala Desa Bojong Minggir, Bojong, Budi Lenggono (64) dan Panitia Tukar Guling Tanah Kas Desa Tahun 2018, Eko Suharso (56) dari Laporan Hasil Pemeriksaan kerugian negara mencapai Rp 511 juta.

Kejadian diketahui 2018 saat Budi Lenggono mejabat sebagai Kades Bojong Minggir terdapat pembangunan Jalan Tol Pemalang – Batang. Kemudian pembangunan melalui Desa Bojong Minggir, Bojong terkena Tanas Kas Desa.

Selanjutkan negara melalui Kementrian PUPR memberikan Uang Ganti Rugi untuk pembelian tanah penganti senilai Rp 2,124 Miliar. Namun uang tersebut digunakan oleh Budi dan Eko selaku Panitia Tukar TKD untuk pembelian 8 bidang tanah.

Ternyata uang yang digunakan membeli 8 bidang tanah hanya Rp 1,595 miliar. Sedangkan uang sisanya senilai Rp 511 juta digunakan diluar peruntukan dan untuk kepentingan pribadi.

“Dalam aksinya kedua tersangka ini melakukan mark up untuk pembelian tanah yang terkena pembangunan Tol Pemalang -Batang. Sehingga terjadi kerugian negara mencapai Rp 511.925.000, ” terang Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, Abun Hasbulloh Syambas saat didampingi Kasi Pidsus, Evan Adhi Wicaksana, Kasi Intel Kejari, Adi Chandra.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, tersangka dikenakan Primair Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU no. 31 tahun 1999 jo UU no 20 tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 UU no 31 Tahun 1999 jo. UU no 20 tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat 1 ke -1 KUHP.

“Sekarang berkas perkara sudah lengkap tahap dua oleh karena itu tersangka dilakukan penahanan di Lapas Kelas 1 Kedungpane Semarang. Mudah mudahan dalam waktu dekat tidak lebih kurun waktu 20 hari bisa kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang, ” tandasnya.

Sementara saat pengiriman kedua tersangka dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan ke Lapas Kelas 1 Kedungpane, Semarang menggunakan Mobil Dinas Kejaksaan disaksikan oleh sejumlah anggota keluarga. (Yon)