Gagal Oleng di Hadapan Sodrekers, FM Kini Malah Jadi Tersangka

by
Kapolres Batang meminta keterangan FM yang didampingi orang tuanya terkait kecelakaan yang dialaminya.

BATANG – Sopir dump truk oleng yang menyambar tiga penonton dan menabrak pohon, akhirnya ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik Satlantas Polres Batang. FM (16) warga Desa Karangawen, Kabupaten Demak dianggap lalai dan menggunakan jalan dengan tidak mestinya hingga menimbulkan korban.

Kapolres Batang AKBP M Irwan Susanto kepada awak media menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi kejadian dan juga keterangan para saksi, penyidik menyimpulkan bahwa peristiwa kecelakaan di Jalan Raya desa Kedungmalang, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, diduga disebabkan oleh adanya unsur lalai dari pengemudi, sehingga terjadi kecelakaan.

“Pada peristiwa yang terjadi Minggu (17/10/2021) sore itu terjadi diduga akibat adanya kelalaian dari pengemudi. Selain itu, pengemudi juga menggunakan jalan raya tanpa ketentuan aturan yang berlaku,” ungkap Kapolres di Kantor Satlantas Polres Batang, Kamis (21/10/2021).

Kapolres menjelaskan, peristiwa itu sendiri berawal sebuah komunitas truk oleng dari berbagai wilayah yang berkumpul atau kopi darat. Namun usai melakukan kegiatan tersebut, ada tiga truk yang melaju tak jauh dari lokasi kejadian.

Diantara ketiga truk tersebut, salah satunya dikemudikan oleh FM berjenis dump truk dengan nopol H 1389 HJ. Ketiga rangkaian truk itu melaju dari arah selatan ke utara, dengan sengaja ‘oleng’ atau berjalan zig-zag dengan kecepatan yang cukup kencang.

Tanpa diduga, dump truk yang dikemudikan FM dan berada dibarisan paling belakang, tiba-tiba melaju tidak terkendali setelah gagal Oleng. Akibatnya, truk itupun bagian belakangnya menyenggol tiga remaja yang tengah merekam aksi truk oleng dan baru terhenti setelah menabrak pohon asem.

“Pihak Polsek Wonotunggal sendiri sebetulnya sudah melarang digelarnya kumpul-kumpul atau kopi darat komunitas tersebut. Namun, pihak penyelenggara tetap melaksanakan. Bahkan usai acara, ada tiga truk yang melakukan aksi oleng di jalan Raya Desa Kedungmalang, hingga akhirnya terjadi kecelakaan,” jelas AKBP M Irwan Susanto didampingi Kasat Lantas, AKP Adis.

Pasca kejadian tersebut, pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan, dan menetapkan pengemudi dump truk jadi tersangka. Namun karena FM masih dibawah umur, maka dia mendapat perlakukan khusus dalam proses penyidikannya.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan juga diketahui bahwa FM mengambil kunci truk tanpa izin orang tuanya, dan kemudian dari Demak berangkat ke Batang. Untuk kasus itu sendiri, FM dijerat dengan undang – undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan raya. Kita terapkan pasal 310 ayat 2 pasal 311 ayat 3. Namun demikian karena tersangka masih diwabah umur, sehingga mengedepankan azas – azas kamanusiaan,” beber Kapolres.

Kapolres menambahkan, pihaknya tidak menghilangkan ruang antara pelaku dan korban untuk melakukan mediasi, termasuk dengan keluarga korban yang saat ini masih dirawat di rumah sakit.

“Konferensi pers ini untuk mengedepankan kepastian hukum bahwa petugas hadir dan tidak main – main dalam menyelidiki sebuah kasus. Disisi lain, setelah adanya peristiwa tersebut, Tim Sodrekers Batang Selatan (TSBS) hari ini juga berinisiatif membuarkan diri dan bersedia ikut mengamankan ketertiban kelancaran ketertiban berlalu lintas,” tandas Kapolres. (don)