Radar Kajen

Analisis Inflasi Akhir Tahun 2016 Dibanding Awal Tahun 2017

Harimurti

Harimurti

Analisis Secara Umum Akhir Tahun 2016 dan Awal Tahun 2017

Inflasi akhir tahun 2016 atau bulan Desember 2016 besarnya 0,10 persen. Indikator lain bulan Desember 2016, selain harga-harga di Kabupaten Pekalongan mengalami Inflasi sebesar 0,10 persen, atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 127,26 persen (IHK 2012=100) pada bulan November 2016, menjadi 127,39 persen pada bulan Desember 2016, besarnya laju inflasi tahun kalender 2016 (Januari-Desember 2016) sebesar 2,86 persen, dan laju inflasi tahun ke tahun/ YoY (Desember 2015 – Desember 2016) sebesar 4,41 persen.

Sedangkan inflasi pada awal tahun 2017 atau bulan Januari 2017 besarnya 0,98 persen. Besar inflasi pada bulan Januari 2017 dibandingkan Desember 2016 adalah 9,8 kali, indikator lain.

Bulan Januari 2016, selain harga-harga di Kabupaten Pekalongan mengalami Inflasi sebesar 0,98 persen, atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 127,39 persen (IHK 2012=100) pada bulan Desember 2016, menjadi 128,50 persen pada bulan Januari 2017, maka laju inflasi tahun kalender 2017 sebesar 0,98 persen, dan laju inflasi tahun ke tahun/ YoY (Januari 2016 – Januari 2017) sebesar 3,03 persen.

Inflasi terjadi disebabkan karena terjadinya peningkatan harga-harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok-kelompok komoditas kelompok bahan makanan, perumahan, sandang, kesehatan, dan transporasi.

Inflasi Desember 2016 Sebesar 0,10 Persen

Perkembangan harga berbagai komoditas di Kabupaten Pekalongan pada bulan Desember 2016 secara umum mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil pemantauan di tiga pasar Kajen. Pada bulan Desember 2016 di Kabupaten Pekalongan inflasi tahun kalender mencapai 2,96 persen.

Inflasi terjadi disebabkan karena terjadinya peningkatan harga-harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok-kelompok komoditas kelompok bahan makanan, perumahan, sandang, kesehatan, dan transporasi.

This slideshow requires JavaScript.

 

1. Inflasi Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Desember 2016 mengalami deflasi sebesar 0,26 persen. Sumbangan deflasi dari kelompok bahan makanan adalah 0,05 persen dari total Inflasi yang terjadi di Kabupaten Pekalongan.

Kelompok bahan makanan pada bulan Januari 2017 mengalami inflasi sebesar 0,27 persen. Sumbangan inflasi dari kelompok bahan makanan adalah 0,05 persen dari total Inflasi yang terjadi di Kabupaten Pekalongan.

2. Inflasi Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,27 persen dengan sumbangan inflasi sebesar 0,07 persen.

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 4,61 persen dengan sumbangan inflasi sebesar 1,12 persen.

3. Inflasi Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan Bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,13 persen. Sumbangan inflasi Kelompok ini terhadap terjadinya Inflasi di Kabupaten Pekalongan selama bulan Desember sebesar 0,03 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan Bahan bakar mengalami inflasi sebesar 4,09 persen. Sumbangan inflasi Kelompok ini terhadap terjadinya Inflasi di Kabupaten Pekalongan selama bulan Januari sebesar 1,09 persen.

4. Inflasi Sandang

Kelompok sandang pada bulan Desember 2016 mengalami inflasi sebesar 0,12 persen dengan sumbangan inflasi 0,01 persen.

Kelompok sandang pada bulan Januari 2017 mengalami inflasi sebesar 3,54 persen dengan sumbangan inflasi 0,23 persen.

5. Inflasi Kesehatan

Kelompok kesehatan mengalami inflasi sebesar 0,14 persen, dengan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen. Kelompok kesehatan mengalami inflasi sebesar 5,01 persen, dengan sumbangan inflasi sebesar 0,32 persen.

6. Inflasi Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada Desember 2016 mengalami deflasi sebesar 0,15 persen dengan besar sumbangan terhadap deflasi sebesar 0,01 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada Januari 2017 mengalami deflasi sebesar 0,34 persen dengan besar sumbangan terhadap deflasi sebesar 0,02 persen.

7. Inflasi Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,34 persen, dengan sumbangan inflasi sebesar 0,04 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar pada sub kelompok transpor dengan besar inflasi sebesar 0,61 persen, dengan sumbangan inflasi sebesar 0,05 persen.

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 3,59 persen, dengan sumbangan inflasi sebesar 0,43 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar pada sub kelompok sarana dan penunjang transpor dengan besar inflasi sebesar 13,19 persen, dengan sumbangan inflasi sebesar 0,14 persen. (*)

Facebook Comments