Sampah Masih jadi PR Berat DLH

by
BELAJAR - Bupati Kendal Dico M Ganinduto bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal belajar sistem pengelolaan sampah Refuse-Derived Fuel di Jimbaran, Bali.

*Bupati Targetkan Raih Adipura

KENDAL – Dalam mendukung pembangunan pariwisata yang berketahanan lingkungan, Bupati Kendal Dico M Ganinduto menargetkan Kabupaten Kendal mampu meraih penghargaan Adipura. Pasalnya, daya tarik wisata juga sangat dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan untuk meningkatkan rasa aman, nyaman, dan sehat bagi parawisatawan. Namun demikian, masalah sampah dinilai masih menjadi PR berat yang mengendalai raihan Adipura.

Bupati Dico mengatakan, salah satu unsur perusak lingkungan yaitu sampah. Karena produksi sampah yang masih terus meningkat, terlebih masyarakat yang seringkali kurang peduli terhadap lingkungan. Kendal sendiri setiap harinya memproduksi 410 ton sampah yang didominasi oleh sampah rumah tangga.

“Permasalahan lingkungan di Kendal inilah salah satunya masih disebabkan oleh sampah. Padahal kita punya visi dan misi agar Kendal ini bisa menjadi pusat pariwisata Jawa Tengah yang berketahanan lingkungan. Sehingga persoalan sampah harus betul-betul dibenahi. Agar lebih semangat kita harus punya target, selain mewujudkan pariwisata yang handal tapi juga kita targetkan agar Kendal ini bisa meraih penghargaan Adipura,” katanya, Rabu (20/10/2021).

Bupati menilai masalah sampah masih menjadi PR berat bagi DLH. Namun demikian, dia optimis jika Kendal nantinya memiliki sistem pengelolahan sampah yang terintegrasi dan ramah lingkungan. “Kabupaten Kendal belum pernah mendapatkan Adipura, tetapi saya yakin kita segera bisa merengkuhnya,” tandasnya.

Dico juga tetap mengapresiasi progres yang dilakukan Pemkab Kendal, di mana sejak tahun 2012-2017 Kabupaten Kendal selalu berada di peringkat 34-35, namun di tahun 2019 Kendal berada di peringkat 31. Selain itu, Kendal juga telah memiliki Jakstrada (Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Rumah Tangga Daerah). “Dengan status TPA yaitu controlled landfill dengan kapasitas pengolahan sampah perkotaan saat ini mencapai 28%, dan luasan RTH sebesar 17%,” terangnya.

Hingga saat ini, sudah berbagai upaya dilakukan DLH Kendal untuk membenahi permasalahan sampah mulai dari mengadakan gerakan pengurangan sampah plastik, pembangunan TPS 3R, Bank Sampah Induk (BSI) Kendal, dan Program Menabung Sampah menjadi Emas dengan sebanyak 412 nasabah. “Bersama DLH, saya melakukan kunjungan kerja ke Jimbaran, Bali untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah Refuse-Derived Fuel,” tukasnya. (lid)