2035, 80% Pekalongan Banjir

by
TANGGUL - Tanggul penahan banjir dan rob dinilai belum cukup untuk mengatasi banjir di wilayah pesisir Pekalongan. Penanganan banjir harus dilakukan secara holistik karena faktor pemicunya kompleks.

“Ketiga faktor ini harus satu tindakan atau menyeluruh (holistik). Kemarin kita ngobrol dengan teman-teman di kabupaten. Kita tidak hanya bisa mengandalkan struktur atau tanggul. Harus ada satu roadmap yang sifatnya ada empat strategi besar,” kata dia.

Pertama, kata dia, adaptasi kewilayahan. “Lahan-lahan yang sudah basah itu mau diapakan. Apakah masih ada warga yang mau tinggal di situ atau seperti apa. Intinya perlu ada adaptasi dari sisi wilayahnya. Kalau misalkan perlu direlokasi seperti apa langkahnya, apakah mungkin atau tidak,” terang dia.

Strategi kedua adalah pengurangan daya rusak air. Ini menggunakan struktur teknis.

“Ada tanggul laut, tanggul sungai, dan lainnya. Tapi ini bukan satu-satunya. Salah satu dari empat. Domainnya ini lebih banyak di PU. BBWS kalau wilayah sungai,” katanya.

Strategi ketiga, lanjut dia, pengelolaan sumber daya air secara terintegrasi. Ini berbicara mengenai sungai dan air bersih. Karena salah satu isunya adalah penurunan muka air tanah. Salah satunya akibat penggunaan air tanah yang berlebihan.