Radar Kajen

Perbandingan Pendapatan Antar Wilayah di Jawa Tengah Sebagai Pijakan Kebijakan Membangun Wilayah

Harimurti

Harimurti

Kesenjangan antar daerah dapat menimbulkan kecemburuan ekonomi antar Daerah. Kesenjangan dapat terjadi karena satu daerah lebih kaya dibanding daerah lain.

Kekayaan suatu daerah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan daerah. Semakin besar faktor produksi suatu daerah maka akan semakin besar pendapatannya, demikian kemungkinan kecenderungannya.

Sebagian masyarakat berpendapat bahwa suatu daerah memiliki kesenjangan yang tinggi jika terdapat banyak orang miskin.

Akan tetapi, ada juga masyarakat yang berpendapat bahwa suatu daerah mengalami kesenjangan yang tinggi jika ada sekelompok orang kaya di tengah-tengah masyarakat yang umumnya masih miskin. Pendapat masyarakat tersebut lebih cenderung mengarah ke distribusi pendapatan yang melihat kesenjangan antarkelompok masyarakat, sedangkan untuk kesenjangan pembangunan antardaerah lebih melihat ke perbedaan antardaerah.

Untuk mengukur kesenjangan pendapatan satu daerah dengan daerah lain dapat digunakan Indeks Williamson. Dimana Indeks Williamson merupakan koefisien variasi tertimbang yang dibuat oleh Williamson pada tahun 1965. Beberapa Ahli berpendapat bahwa Indeks Williamson sangat sensitif untuk mengukur perbedaan daerah dan mencermati tren kesenjangan yang terjadi.

Formula indeks Williamson dapat ditulis sebagai berikut (Williamson dalam Akita and Kataoka, 2003):

Rumus

PDRB Provinsi Jawa tengah Tahun 2014 sebesar 912,96 Triliun Rupiah. Dengan rata-rata per Kabupaten/Kota sebesar 26,08 Milyar Rupiah.

PBRB Per Kapita 2014 Per Kabupaten/Kota

PDRB Per Kapita

Sumber: BPS Provinsi Jawa tengah

Lima Daerah yang memiliki pendapatan per Kapita tertinggi di Jawa Tengah adalah: Kabupaten Kudus, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kabupaten Cilacap, Kota Magelang.

Grafik PDRB 1

Distribusi PDRB per Kapita di Jawa tengah sangat bervariasi, dapat juga menunjukkan perbedaan yang besar antar daerah.

Grafik PDRB 2

Hal ini selaras dengan perhitungan Indeks William Son yang menunjukkan bahwa Indeks William Son PDRB antar Kabupaten/Kota di Jawa Tengah sebesar 0,67.

Indeks William Son bernilai antara 0 (Nol) sampai dengan 1 (Satu). Dimana Jika mendekati 0 artinya hampir tidak ada ketimpangan ekonomi antar daerah, sedangkan bila indeks william son bernilai mendekati 1 maka itu menunjukkan ketimpangan ekonomi yang besar antar Daerah.

Dengan hasil Indeks William son di Jawa tengah sebesar 0,67 ini menunjukkan Bahwa di Jawa tengah terjadi Ketimpangan Ekonomi yang Besar antar Kabupaten/Kota.

Hal ini terjadi karena Banyak warga yang bermigrasi ke Daerah yang lebih maju dan Menjanjikan seperti ke Kota Semarang atau ke Kota Magelang. Terjadi juga karena investor menanamkan modalnya ke Daerah yang yang Maju karena Marketnya besar. Juga kebijakan pemerintah yang mengakibatkan konsentrasi pembangunan di daerah yang maju karena kebutuhannya memang lebih besar.

Solusinya Ayo Bangun Daerah Kita, khususnya Wilayah Pantura agar Maju. Sehingga Daerah Kita menjadi setara dengan Daerah lain. (*)

Facebook Comments