Banjir Rob Tak Tertangani, Potensi Kerugian Rp17,64 Triliun

by
TANAM BIBIT BAKAU - BPDAS Pemali Jratun, CDK IV Pekalongan, dan KT Benawa Sekar Mulyorejo melakukan penanaman bibit bakau di pesisir Pekalongan.

Indeks Risiko Banjir di Pekalongan yang berkategori Tinggi tidak berkesesuaian dengan Tingkat Kapasitas Adaptif yang Sedang dan Persepsi Risiko yang Rendah. Kerentanan terbesar dari dampak berasal dari aspek mata pencaharian, sakit dan penyakit, sosial ekonomi dan kebutuhan air.

Sejumlah pihak pun ikut bergerak untuk menyelamatkan wilayah pesisir. Polri melakukan gerakan penghijauan dengan tagline Polda Jateng Mageri Segoro. Cabang Dinas Kehutanan IV Pekalongan ikut andil melakukan aksi penanaman bakau dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Kepala CDK IV Pekalongan Hasan Basri, kemarin, mengatakan, BP DAS Pemali Jratun tahun 2021 ada kegiatan kebun bibit rakyat sejumlah 50 ribu bibit bakau. Kegiatan itu sudah berjalan, dan saat ini mulai kegiatan penanaman. “Sebenarnya itu kendalinya di BP DAS Pemali Jratun hanya ditempatkan di Cabang Dinas Kehutanan dan kelompok tani hutan binaan kita. Sehingga kita ikut merencanakan kemana sih 50 ribu bibit tersebut,” katanya.

Puluhan ribu bibit bakau itu rencana ditanam di sekitar Desa Jeruksari dan Mulyorejo. Karena jumlahnya hanya sedikit, konsentrasi penanamannya akan ada di Mulyorejo.

“Penanaman melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam rangka pembelajaran dan memupuk rasa kepedulian lingkungan,” ungkap dia.