Tak Ada Kriminalisasi Perkara Pengrusakan Pabrik

by
Kabid Humas Kombes M Iqbal Alqudusy

PEKALONGAN – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Polisi Ahmad Luthfi menegaskan bahwa tidak ada kriminalisasi dalam kasus dua warga Buaran yang mendatangi sebuah pabrik tekstil di Pekalongan dan berujung pada pengrusakan inventaris.

“Kami meminta siapa pun yang mengembuskan isu kriminalisasi agar mempelajari kasus tersebut dengan benar. Hak-hak tersangka pun sudah digunakan untuk mempraperadilkan Polri dalam kasus ini,” katanya dalam keterangan tertulis di Pekalongan, Minggu.

Ia yang didampingi Kabid Humas Kombes M Iqbal Alqudusy, mengemukakan putusan hakim menolak gugatan dan memutuskan sah tindakan penyidik, dalam artian tidak ada kesalahan prosedur.

“Setiap perkara harus dilihat secara detil serta objektif dan semua yang dijalankan Polres Kota Pekalongan sudah sesuai dengan KUHAP maupun KUHP,” katanya.

Kombes Iqbal mengatakan kronologi kasus pengrusakan itu bermula dari sejumlah orang yang masuk secara paksa ke lingkungan pabrik PT Panggung Jaya Indah Textil (Pajitek) Pekalongan.

Mereka ingin bertemu dengan dua pimpinan pabrik Pajitek Hamzah dan Agung. Namun, karena tidak sabar, mereka kemudian masuk ke ruang “boiler” pabrik dan meminta mesin dimatikan.

Operator boiler kemudian meminta petunjuk “supervisor”-nya, tetapi mereka tidak berani memutuskan dan melapor pimpinan pabrik Pajitek.