Vaksinator akan ‘Disuntik’ Uang Trasport

by
KUNKER - Kepala BKKBN Dr (HC) Hasto Wardoyo, SPOG (K) saat kunker di Kabupaten Pekalongan, Kamis (14/10/2021) sore.

KAJEN – Pemerintah melalui BKKBN Pusat akan memberikan ‘suntikan’ untuk vaksinator dan tim. Total anggaran yang akan dikucurkan Rp 2,75 miliar untuk uang transport dan uang harian bagi percepatan vaksinasi Covid-19.

Kepala BKKBN Dr (HC) Hasto Wardoyo, SPOG (K) saat kunker di Kabupaten Pekalongan, Kamis (14/10/2021) sore, menyampaikan beberapa program yang akan dan telah dilaksanakan oleh BKKBN di Kabupaten Pekalongan.

Yang pertama, Hasto menyampaikan, BKKBN akan menyediakan anggaran di Kabupaten Pekalongan untuk program pemberian dana pada tenaga vaksinator dan tim sebesar Rp 2,75 miliar. Hal tersebut ditujukan untuk membantu percepatan vaksinasi Covid-19, sebagaimana program dari BKKBN pusat.

Adapun untuk teknisnya sendiri, lanjut Hasto, dana tersebut akan langsung masuk ke tenaga vaksinator dan tim, dengan cara diklaimkan terlebih dahulu. Untuk itu, pihaknya meminta Pemkab Pekalongan bersama PKK juga dinas terkait membantu masalah teknis di lapangan kedepannya, supaya dana tersebut bisa segera terserap dengan baik sebagaimana tujuannya.

‘’Dan khusus untuk Kabupaten Pekalongan ini kami menyediakan anggaran, namun anggarannya itu untuk vaksinator dan tim. Dan transfernya kami langsung melalui penerima vaksinatornya itu dan timnya. Tim itu bisa saja yang memeriksa tensi. Vaksinatornya satu orang dan timnya tiga orang,’’ terang dia.

‘’Jadi anggaran yang kita alokasikan di sini Rp 2,75 miliar. Hanya saja uang itu memang nanti diklaim. Jadi memang nanti sudah ada vaksinasi, setiap ada 50 yang divaksin dibuat data, ada yang tandatangan untuk transport dan sebagai uang harian, terus diklaimkan ke BKKBN,” jelas dia.

Hasto menyampaikan, untuk tahun 2022 nanti, pihaknya akan menaikkan anggaran yang akan dialokasikan di Kabupaten Pekalongan untuk melancarkan beberapa program kesehatan.

‘’Kemudian tahun 2022 total anggaran ada Rp 10,980 miliar, hampir Rp 11 miliar. Anggaran itu kita naikkan karena ada tambahan untuk program stunting, operasionalnya, dan setiap kecamatan setiap bulannya kita beri Rp 1,3 juta untuk merembug tentang stunting untuk 12 kecamatan, supaya di kecamatan kegiatannya itu hidup,’’ ungkapnya.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, mengatakan, kondisi wilayah di Kabupaten Pekalongan sangat luas, dan juga terdiri atas daerah pegunungan dan pantai. Untuk itu, ia menyampaikan bahwa terkait program-program BKKBN khusunya untuk program KB sendiri, pihaknya membutuhkan tenaga ekstra guna melancarkan program tersebut.

Dikatakan, untuk program-program kesehatan lain dari BKKBN untuk penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu dan anak, serta program untuk membiasakan masyarakat melakukan pola hidup yang bersih dan sehat, telah dilaksanakan dengan baik. Menurutnya, hal tersebut dibuktikan dengan beberapa perjanjian kerjasama yang telah dilakukan oleh Pemkab Pekalongan dengan beberapa pihak terkait untuk membantu melancarkan program-program tersebut.

‘’Memang kebetulan di daerah Kabupaten Pekalongan ini ada wilayah pegunungan dan pantainya juga. Jadi harus ekstra lebih giat lagi kita dalam melaksanakan program-program KB kita ini karena jalurnya memang jauh-jauh. Tetapi saya yakin, tim PKK dan dinas terkait juga semangat untuk memaksimalkan program KB tersebut,’’ ungkap Bupati.

Sementara itu, Pj Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santoso, berharap BKKBN bisa membantu Pemkab Pekalongan dalam menurunkan level Covid-19 dari level 3 untuk dua minggu kedepan. Mengingat ada target 50% vaksinasi yang belum tercapai di Kabupaten Pekalongan untuk suntikan pertama.

‘’Untuk Bapak Kepala BKKBN ini mungkin ada jalur vaksin yang bisa didorong untuk Kabupaten Pekalongan kami juga akan sangat beterima kasih. Kalau memang ada kami juga mohon dorongan untuk mengejar yang 50%, dan yang lansia supaya bisa terdorong untuk bisa dilakukan vaksinasi, supaya dalam dua minggu ini level Covid-19 di Kabupaten Pekalongan ini bisa turun dari level 3,’’ ungkapnya. (had)