Sapu Jagad Layani Adminduk Disabilitas

by
MAJU KIPP - Wabup Riswadi memaparkan inovasi Sapu Jagad di Dindukcapil Kabupaten Pekalongan yang maju ke KIPP Jateng 2021.

Maju KIPP Jateng 2021

Dengan keterbatasan yang dimilikinya, penyandang disabilitas banyak kesulitan dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan (adminduk). Oleh karena itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Pekalongan berupaya memberikan layanan adminduk yang mudah dan nyaman bagi penyandang disabilitas di Kota Santri. Upayanya dengan menelurkan inovasi Sapu Jagad (Semua Penduduk Disabilitas Terjamin Dalam Pengurusan Adminduk).

Inovasi ini pun maju ke sesi penilaian presentasi dan wawancara KIPP Provinsi Jawa Tengah tahun 2021. ‚ÄúTugas negara adalah memberikan perlindungan kepada setiap warga negara dengan memberikan dokumen adminduk, termasuk bagi penyandang disabilitas,” tandas Wakil Bupati Pekalongan Riswadi, pada sesi penilaian presentasi dan wawancara KIPP Provinsi Jawa Tengah secara virtual, di Ruang Rapat Bupati, Rabu (13/10/2021). Riswadi didampingi Kepala Dindukcapil Abdul Baqi, Inovator Sapu Jagad sekaligus Sekretaris Dindukcapil Catur Elmiyati, dan Kabag Organisasi Dan Kepegawaian, Rukman Hidayat AP.

Dikatakan, Sapu Jagad merupakan akronim dari ‘Semua Penduduk Disabilitas Terjamin Dalam Pengurusan Adminduk’. Filosofi Sapu Jagad adalah alat yang digunakan untuk menyapu bersih semua penduduk disabilitas yang belum mendapatkan pelayanan adminduk dengan cara mudah, cepat, dan adil.

“Saatnya negara hadir untuk penyandang disabilitas. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli,” ujar Riswadi.

Kepala Dindukcapil Kabupaten Pekalongan Abdul Baqi didampingi Sekdin Catur Elmiyati, mengatakan, dengan inovasi itu, akan memberikan rasa nyaman dan memudahkan pelayanan pada mereka yang berkebutuhan khusus. Dengan memperhatikan kebutuhan dokumen penduduk pada para penyandang disabilitas, maka Dindukcapil bekerjasama dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan untuk dapat mengakses warga yang membutuhkan penanganan khusus.

“Kegiatan ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi mereka dengan dilayani di tempat di mana bereka biasa bersosialisasi seperti di sekolah luar biasa maupun di sekolah onklusi yang ada di Kabupaten Pekalongan. Jemput bola dilakukan ke sekolah mereka untuk melakukan perekaman KTP elektronik maupun penerbitan dokumen kependudukan lainnya,” terang dia.

Tim jemput bola juga melayani permintaan ke rumah-rumah bila ada permohonan dari kepala desa setempat untuk melaksanakan perekaman. Terkadang ada penduduk yang tidak mampu untuk hadir ke tempat pelayanan karena sakit atau berisiko jika datang langsung ke Dindukcapil, maka tim akan mengunjunginya.

“Tim Sapu Jagad harus bekerja ekstra. Terkadang merekam satu orang berkebutuhan khusus butuh waktu lama. Misalnya autis atau orang gila kan mengatur mereka untuk bisa difoto saja susah. Tim bekerja dengan empati agar semua warga terlayani dokumen adminduknya,” ungkapnya.