Apapun Teknologinya, yang Penting Rakyat Sejahtera

by
PAPARAN - Kepala Dispermades Batang, Agung Wisnu Barata, saat memberikan materi dalam webinar tentang proses digitalisasi dalam tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Batang, baru-baru ini.

BATANG – Salah satu sisi dari pandemi Covid-19 adalah kehidupan masyarakat yang kian lekat dengan penggunaan teknologi, utamanya teknologi informasi dan komunikasi. Pasalnya, pembatasan aktivitas publik membuat sebagian besar masyarakat beralih ke aktivitas digital (online), mulai sekolah daring, work from home (WFH), jasa delivery food, online shopping, hingga online meeting. Konsep tentang era digital menjadi seolah kian riil di tengah-tengah masyarakat pedesaan sekalipun.

Bahkan khusus pada sektor pemerintahan, proses digitalisasi telah menjadi bagian dari upaya birokrasi untuk beradaptasi dengan cepatnya perubahan zaman, tak terkecuali untuk pemerintah desa. Pemanfaatan teknologi diharapkan kian mempemudah masyarakat mendapatkan pelayanan publik, karena menjadi lebih efisien, efektif, transparan dan akuntabel.

Tema ini pula yang diangkat dalam webinar bertema “Penerapan Teknologi Digital untuk Tata Kelola Pemerintahan Desa di Kabupaten Batang”, yang diselenggarakan SiberKreasi bekerjasama dengan Kementerian Kominfo, serta Makin Cakap Digital, Senin (11/10/2021). Webinar ini dihadiri kurang lebih 500 partisipan. Presiden Jokowi yang ikut memberikan sambutan, menekankan pentingnya program “Gerakan Literasi Digital 2021”. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, juga hadir dalam webinar.

Sementara lima narasumber kompeten yang dihadirkan dalam webinar ini, yakni Cinthia Karani (Miss Earth 2019) yang memberikan opini mengenai adaptasi masyarakat mengenai teknologi digital, Ahmad Sururi S.Sos., M.Si. yang membahas mengenai kecakapan digital, kemudian Dr. Fauzan,M.Si. mengupas Budaya Digital, Kokok Herdhianto Dirgantoro menjelaskan Keamanan Digital, serta Dr. Agung Wisnu Barata, S.Sos., MM yang membahas mengenai Etika Digital dalam Ranah Pemerintahan.

Dalam paparannya, Dr. Agung menjelaskan mengenai sistem informasi berbasis teknlogi digital yang disediakan oleh Dispermades untuk masyarakat Kabupaten Batang, guna mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi terkait kependudukan. Dia menyebut ada 17 aplikasi berbasis teknologi digital, yang telah digunakan di desa, di antaranya Siskeudes (Sistem Keuangan Desa), PRODESKERL (Profil Desa dan Kelurahan), SIPADES (Sistem Pengelolaan Aset Desa), Pak Bejo, Smart Village, E-Dabu (Elektronik Data Badan Usaha), OMSPAN (Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara), JOGO TONGGO (aplikasi informasi mengenai Covid-19), SIDEKA (Sistem Informasi Desa & Kawasan), JDIH DESA, SIMARDI (Sistem Informasi Manajemen Arsip Dinamis), E-Sakti (Elektronik Santunan Kematian), E-RTLH (Elektronik Rumah Tidak Layak Huni), SDG’s (Sustainable Development Goals Desa), serta SIKD-Dataku.

Agung misalnya menjelaskan dua aplikasi yang telah banyak digunakan desa, yakni Siskeudes dan Smart Village. Layanan ini adalah hasil kolaborasi Dispermades, Diskominfo, dan Disdukcapil Kabupaten Batang. “Tahun 2018, Siskeudes telah terintegrasi dengan Inspektorat, dan Smart Village saat ini sedang diusahakan untuk launching pada tahun 2021, dengan sistem Big Data,” ungkapnya.

Dijelaskan Agung, aplikasi Smart Village bisa memudahkan masyarakat dalam mencari informasi mengenai kependudukan dan lainnya, hanya dengan menggunakan satu KTP yang ditempelkan di mesin Smart Village. “Tidak hanya dipermudah, masyarakat khususnya di Desa, juga akan lebih melek teknologi dan lebih berkembang dengan teknologi digital,” terangnya.

Namun demikian, aplikasi yang terlalu banyak juga bisa membingungkan masyarakat. Karena itu, ke depan dimungkinkan untuk menyederhanakannya menjadi satu aplikasi terintegrasi berisi Big Data yang akan menyajikan segala informasi masyarakat.

“Tetapi dengan segala kemajuan teknologi digital yang diterapkan, kita harus terus mengingatkan dan diingatkan, bahwa semua itu memiliki tujuan utama menyejahterakan rakyat. Jadi, apapaun teknologinya, yang penting rakyat sejahtera,” tandas Agung.

Agung juga mengingatkan pentingnya etika dan moral dalam beraktivitas digital, guna mencegah setiap aktivitas provokatif yang bisa memecah belah bangsa. “Maka penting untuk mengaktualisasikan Pancasila dalam beraktivitas digital, sehingga persatuan dan kesatuan tetap terjaga,” pesannya. (Undip/Fadhillah)