285 Operator SIKS-NG Dimatangkan

by
BERI BANTUAN: Bupati Fadia Arafiq Fadia menyerahkan secara simbolis Bantuan Sosial Tunai dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof Soeharso Surakarta untuk 15 anak yatim/piatu karena korban Covid-19, kemarin.

KAJEN – Pemkab Pekalongan berupaya meningkatkan kapasitas 285 operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) desa/kelurahan di Kabupaten Pekalongan. Pasalnya, peran operator ini sangat penting dalam memverifikasi dan memvalidasi secara berkala Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, secara langsung membuka rapat koordinasi pengembangan kapasitas operator SIKS-NG desa/kelurahan di Pendapa Rumdin Bupati, Rabu (13/10/2021). Fadia mengatakan, rakor digelar dengan harapan agar operator SIKS-NG dapat secara langsung berbagi ilmu dan bertukar pikiran terkait tugasnya sebagai operator tanpa kendala. Di antaranya kendala komunikasi, khususnya bagi operator daerah atas, sehingga pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pekalongan tahun 2021 dapat segera terwujud atau terpenuhi.

Bupati berharap seluruh peserta rakor dapat memanfaatkan acara dengan sebaik-baiknya. Pasalnya, narasumber yang hadir lengkap, yaitu ada Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, tim dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Soeharso Surakarta, serta BJS Kabupaten Pekalongan.

“Saya minta manfaatkan acara ini sebaik-baiknya. Silahkan semua masalah atau kendala yang dihadapi pada saat anda melaksanakan tugas ditanyakan, sehingga semua kendala tersebut dapat terselesaikan,” tegas Fadia.

Bupati juga memberikan semangat kepada operator DTKS agar bekerja dengan sebaik-baiknya, karena ini adalah salah satu bentuk sodaqoh untuk masyarakat. Bupati juga menekankan pentingnya operator DTKS desa/kelurahan untuk memverifikasi dan memvalidasi data secara berkala agar data yang diusulkan menjadi obyektif, tepat sasaran, baik yang diusulkan keluar dari DTKS maupun yang akan dimasukkan dalam DTKS sesuai dengan ketentuan. Hal tersebut sangat penting mengingat DTKS menjadi rumah atau wadah dari beberapa program bantuan (PKH, BSP, PBI, KIP, hingga Subsidi Listrik).