Jangan Hanya Kejar Target Vaksinasi Saja

by
VAKSINASI - PDM Kabupaten Pekalongan melaksanakan vaksin lintas agama di Gedung Serbaguna Banyu Biru Wiradesa, kemarin.

*Manajemen Pelaksanaan Vaksinasi Harus Diperhatikan

WIRADESA – Pemerintah daerah lagi gencar-gencarnya melaksanakan percepatan vaksinasi Covid-19. Selain untuk menciptakan herd immunity, cakupan vaksinasi digenjot untuk mengejar status level PPKM.

Maka tak heran, seluruh elemen bergerak bersama untuk mengeroyok cakupan vaksinasi agar target bisa tercapai. Meski demikian, manajemen pelaksanaan vaksinasi yang bersifat massal tersebut harus tertata dengan baik. Sehingga protokol kesehatan tetap dipatuhi dan tidak menciptakan kerumunan karena antusiasme masyarakat untuk divaksin saat ini cukup tinggi.

“Kami betul-betul berpesan untuk pelaksanaannya harus memperhatikan protokol kesehatan. Jangan sampai karena mengejar target yang banyak sehingga kita abai dengan manajemen pelaksanaannya, sehingga terjadi kerumunan. Itu memang yang menjadi persyaratan kami,” ujar Wakil Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah, dr Esty Martianah Rahmi, ditemui disela-sela kegiatan Vaksin Lintas Agama PDM Kabupaten Pekalongan di Gedung Serbaguna Banyu Biru Wiradesa, Rabu (13/10/2021).

Dikatakan, vaksinasi lintas agama yang dilaksanakan di Kabupaten Pekalongan adalah salah satu bagian dari kegiatan yang dilaksanakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah MPKU di 67 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Ini adalah kerjasama antara PP Muhammadiyah MPKU bersama Usaid dan Kementerian Kesehatan. Target untuk seluruh Indonesia sekitar 300 ribu vaksinasi.

“Di setiap daerah itu paling tidak minimal harus 3 ribu. Sasaran masyarakat umum usia 12 tahun ke atas. Vaksinnya jenis Sinovac. Untuk pelajar pun bisa mengikuti vaksinasi ini,” terang dia.

Target di Kabupaten Pekalongan, kata dia, minimal 3 ribu. Namun dengan melihat animo masyarakat yang tinggi dan dukungan penyediaan vaksin yang cukup dari Dinas Kesehatan, targetnya mungkin bisa mencapai 5 ribu.