Kapasitas Megawati Jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN Dipertanyakan

by

Sejumlah ilmuan mengkritisi pengangkatan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarno Putri sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Roset Inovasi Nasional (BRIN). Mereka mempertanyakan kapasitas Megawati menduduki jabatan yang erat kaitannyanya dengan ilmu pengetahuan. Sedang dia merupakan seorang ketua umum partai politik.

Megawati dinilai tidak punya latar belakang akademis. Gelar Doktor dan Profesor yang disandangnya adalah hadiah, bukan dari pengabdiannya di perguruan tinggi.

Pakar Hukum Tatanegara Ravly Harun menilai. pengangkatan Megawati menjadi Ketua Dewan Pengarah BRIN karena balas budi Presiden Jokowi, bukan kepakaran.

“Tanpa mengurangi rasa kepada Presiden Jokowi dan Bu Megawati, saya harus mengatakan jabatan itu terlalu dipaksakan dan kurang pas untuk sosok Megawati,” kata Rafly Harun, seperti diberitakan ngopibareng.id Rabu (13/10/2021).

Secara terpisah cendekiawan muslim Azyumadi Azra juga menyayangkan Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN. Dia pun mengkhawatirkan terjadinya kemunduran di bidang riset, karena dipimpin oleh orang yang bukan ahlinya.

“Kan ada kata-kata bijak, memberi pekerjaan kepada orang yang bukan ahlinya, tunggu saja kehancurannya,” kata pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Undonesia ICMI tersebut.

Dia pun mempertanyakan latar belakang keputusan Presiden Jokowi menunjuk Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN. Di satu sisi, Presiden Jokowi mendorong agar BRIN maju dengan disuntik anggaran yang cukup besar, tapi faktanya Presiden menunjuk sosok yang kurang pas untuk menduduki jabatan Ketua Dewan Pengarah.

“Megawati kalau bicara soal politik okelah, karena bidangnya. Tapi kalau bicara soal riset saya meragukan kapabilitasnya,” kata Azymadi Azra.

Jabatan Megawati Pemberian Presiden Jokowi

Megawati saat memiliki dua jabatan sebagai ketua dewan pengarah, yakni Ketua Dewan Pengaranh Badan Pengbangan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Ketua Dewa Pengarah BRIN.

“Memang itu semua terkait dengan hak prerogatif presiden, tapi nilai kepatutan harus menjadi pertimbangan,” kata Azymadi Azra.

Pelantikan Dewan Pengarah BRIN dilakukan Rabu 13 Oktober 2021. Ini berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 45/M Tahun 2021 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional.

10 nama Dewan Pengarah BRIN

  1. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri sebagai ketua;
  2. Menteri Keuangan sebagai wakil ketua;
  3. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai wakil ketua;
  4. Dr. (H.C.) Drs. Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto, S.H., sebagai sekretaris;
  5. Prof. Emil Salim, M.A., Ph.D., sebagai anggota;
  6. Prof. Ir. I Gede Wenten, M.Sc., Ph.D., sebagai anggota;
  7. Bambang Kesowo, S.H., LL.M., sebagai anggota;
  8. Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH, Ph.D., sebagai anggota;
  9. Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, IPU, sebagai anggota;
  10. Ir. Tri Mumpuni sebagai anggota. (ngopibareng)