Proktor SD Dibekali Pengelolaan Aplikasi Asesmen

by
DENGAR - Para peserta mendengarkan materi dari narasumber dengan antusias.

KOTA – Pelaksanaan Asesmen Nasional atau AN tahun 2021 akan segera dimulai. Asesmen bisa berjalan dengan baik dengan bantuan dari proktor. Menyikapi hal tersebut, dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Asesmen Nasional Jenjang SD sederajat, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan (Dindik) setempat membekali Proktor di jenjang SD dalam pengelolaan aplikasi Proktor dan Asesmen Nasional Tahun 2021, berlangsung di Aula Gedung B Kantor Dindik Kota Pekalongan, Rabu (13/10/2021).

Koordinator Pengawas Dindik Kota Pekalongan selaku narasumber dalam kegiatan tersebut, Suharto, mengungkapkan pembekalan untuk proktor SD ini adalah sebagai upaya persiapan menghadapi Assesmen Nasional di tingkat SD yang akan berlangsung mulai bulan November 2021 mendatang. Dituturkan Suharto, secara umum, ANBK adalah penilaian yang dilakukan di setiap jenjang sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK dan sederajat. Berbeda dengan UNBK yang dilaksanakan pada akhir tahun sekolah, ANBK dikerjakan di kelas 5 SD, 8 SMP, dan 11 SMA.

“Alhamdulillah pada hari ini Dinas Pendidikan Kota Pekalongan mengadakan sosialisasi ANBK untuk SD, dimana yang kami undang adalah proktor dari SD untuk kesiapan menghadapi ANBK Tahun 2021. ANBK ini diselenggarakan oleh seluruh sekolah yang sudah menyiapkan dari kelengkapan sarana dan prasana mulai dari komputer, jaringan, SDM, pelatihan untuk siswa dan guru dan sebagainya. Kesiapan masing-masing sekolah dilakukan sesuai dengan kemampuan dan kondisi sekolah tersebut,bahkan jika ada sekolah yang belum mampu bisa menginduk ke sekolah yang sudah mampu misal dari segi fasilitas lab komputer,” jelas Suharto.

Menurutnya, program ANBK tidak akan mengevaluasi capaian murid secara individu, tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil. Oleh karena itu, Proktor inilah yang menjadi kunci teknis untuk mensukseskan penyelenggaraan ANBK dalam mensimulasikan kepada peserta calon ANBK di masing-masing sekolah sehingga pada pelaksanaan ANBK nantinya terkhusus kepada siswa melalui Proktor Sekolah mereka bisa lebih siap. Suharto menyebutkan, untuk pelaksanaan ANBK tingkat SD sederajat akan digelar pada 8-11 November 2021. Nantinya pada ANBK Tahun 2021, responden murid akan dipilih secara acak dengan jumlah maksimal 30 orang murid untuk tingkat SD/MI, ditambah 5 orang cadangan (bagi kelas yang mencukupi).

“ANBK itu penting untuk mengetahui dari pemetaan sekolah untuk semakin ditingkatkan, karena berbasis komputer, tentunya sekolah harus mempersiapkan infrastruktur nya dimana dalam ANBK tingkat SD dilaksanakan 2 sesi gelombang yang didalamnya anak-anak mengerjakan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), sedangkan guru dan kepala sekolahnya mengerjakan survei lingkungan belajar. Sehingga, Dindik memfasilitasi sosialisasi kepada sekolah melalui masing-masing proktor yang sudah ditugaskan masing-masing sekolah. Kedepan profil sekolah harapannya menjadi acuan peningkatan pembelajaran ke depannya,” tandasnya.

Dalam pembekalan tersebut, para proktor Asesmen Nasional diberikan materi dan pengetahuan mengenai tugas-tugasnya dalam ANBK Tahun 2021 diantaranya mengunduh aplikasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada laman yang telah ditentukan sebelum AN dilaksanakan, melakukan instalasi aplikasi ANBK pada komputer proktor dan komputer klien untuk digunakan untuk AN, melakukan login ke dalam laman ANBK untuk pengelolaan data peserta, memastikan peserta merupakan peserta AN yang terdaftar, melakukan sinkronisasi apabila menggunakan moda semi daring sebelum pelaksanaan AN, dan sebagainya.(mal)