8.828 Warga Miliki Penyakit Gula

by
Sudaryanto.

“PTM ini sangat dipengaruhi gaya hidup. Salah satunya senang makan junk food. Anak-anak muda sekarang juga jarang melakukan olahraga. Junk food boleh tapi dibatasi dan dibarengi juga dengan olahraga,” kata dia.

Anak-anak saat ini lebih banyak bermain dengan handphone. Sehingga gerak tubuhnya terbatas. Sehingga berpotensi terkena penyakit DM dan hipertensi. Ia pun mencontohkan ada kasus anak usia SMA yang meninggal dunia akibat gulanya tinggi.

“Anak ini ternyata suka minum minuman perasa, namun aktivitas geraknya kurang. Sehingga kadar gulanya tinggi,” terang dia.

Pada zaman dulu, kata dia, orang pergi kemana-mana naik sepeda. Saat ini sebagian besar menggunakan motor. “Ini yang harus disadarkan kembali ke anak-anak muda sekarang. Harus kembali ke pola zaman dulu lah. Senang olahraga. Senang makan makanan yang mengandung serat, sayur, dan buah. Jangan begadang. Banyak kan anak muda sekarang begadang karena main game,” ujar dia.

Dengan kondisi lingkungan saat ini, akan lebih sulit memerangi PTM. Untuk itu, gaya hidup harus dikelola dengan baik. Edukasi sejak dini harus ditanamkan tentang pola hidup yang sehat.

Di tengah pandemi Covid-19, kata dia, tidak ada jaminan seseorang itu tidak tertular virus corona. Apalagi jika orang itu mobilitasnya tinggi dan suka berkerumun. Apabila virus corona menyerang orang yang memiliki penyakit gula, maka akan memperparah kondisi tubuhnya. “Kalau sudah tertempeli virus masuk ke orang yang mempunyai komorbid, DM, dimana ketahanan tubuhnya otomatis kan tidak bagus, sehingga virus berkembang. Covid ini memperparah statusnya. Virusnya lebih mudah berkembang biak di orang-orang yang punya komorbid tadi. Sehingga orang yang punya komorbid ini mohon maaf kadang endingnya lebih cepat,” kata dia.