Kasi Pidsus Kejari Kena OTT Kejagung, Diduga Punya Banyak ‘Sapi Perah’

by
Kantor Kejari Mojokerto. Foto Radar Mojokerto

Kasi Pidsus Kejari Mojokerto, Ivan Kusumayuda, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Satgas 53 Kejaksaan Agung, Senin (11/10) siang.

Diduga, Kasi Pidsus Kejari Mojokerto kena OTT terkait jual-beli sejumlah kasus dugaan korupsi di Kabupaten Mojokerto.

Diberitakan Radar Mojokerto, sumber internal Kejari Mojokerto mengungkap, Satgas 53 saat itu langsung naik ke lantai dua sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat itu ruangan Kejari Mojokerto tengah sepi karena sejumlah jaksa tengah mengikuti sidang di pengadilan. Hanya terdapat seorang pegawai administrasi saja.

Selanjutnya, Satgas 53 langsung memasuki dan melakukan penggeledahan di ruang kerja Kasi Pidsus Kejari Mojokerto, Ivan Kusumayuda.

Hasilnya, Satgas 53 mengamankan setumpuk uang yang disimpan di laci meja kerja Ivan Kusumayuda.

“Ada uang tunai Rp 150 juta,” kata sumber tersebut.

Setumpuk uang yang dibungkus rapi itu disebutnya berasal dari seorang kepala desa di Jatirejo.

Usai mendapat barang bukti uang tunai tersebut, Satgas 53 langsung membawa Iwan Kusumayuda ke Jakarta.

Sedangkan anggota Satgas 3 lainnya memanggil sejumlah saksi yang diduga menjadi ‘sapi perah’ Ivan Kusumayuda, untuk dimintai keteranganya.

Mereka di antaranya Kades Cinandang, Dawarblandong, Agus Siswahyudi. Dia sempat terseret kasus normalisasi waduk di kampungnya. Kasus ini bergolak lantaran adanya aktivitas penjualan tanah hasil pengerukan waduk.

Sosok lain yang terlihat di kantor Inspektorat adalah Camat Dawarblandong, Norman Handito dan Sekretaris DPRD Kabupaten Mardiasih.

Lalu Kepala Diskominfo Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto, Ketua Pokja LPSE Sampirno dan Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten, dr. Langit Kresna Janitra.

Mereka menjalani pemeriksaan secara bergiliran di kantor Inspektorat, di Jalan RA Basuni.

“Mereka hanya pinjam tempat,” ungkap salah seorang pegawai Inspektorat.

Sayangnya, dikonfirmasi terkait pemeriksaan itu, Plt Inspektur Kabupaten Mojokerto Poedji Widodo tak kunjung menjawab.

Di tengah pemeriksaan sejumlah pejabat, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati sempat ikut hadir di kantor Isnpektorat.

Ikfina hanya memberi support terhadap mereka yang menjadi saksi.

Selama ini, sejumlah saksi yang dimintai keterangan Satgas 53 kerap terlihat di gedung Kejari Mojokerto.

Akan tetapi setelah itu, kasus dan kabar tentang kasus-kasus tersebut menguap begitu saja.

Ivan mulai menjabat sebagai Kasi Pidsus Kejari Mojokerto sejak awal tahun 2021 lalu.

Selama itu, ia tak pernah menggali dan menuntaskan kasus korupsi.

Ia hanya menuntaskan kasus-kasus warisan. Seperti, kasus korupsi proyek irigasi air dangkal di Disperta.

Kasus ini, menyeret mantan Kadisperta Suliestyowati. Akhir Mei lalu, Sulis ditahan.

Pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) sendiri membenarkan telah mengamankan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Mojokerto Ivan Kusumayuda dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT).

OTT tersebut dilakukan berdasarkan adanya laporan masyarakat atas dugaan penyalahgunaan wewenang.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Selasa (12/10/2021).

“Pengamanan yang dilakukan oleh Tim Satgas 53 sebagai respons cepat atas laporan masyarakat,” kata Leonard.

Pihaknya juga membenarkan bahwa sampai saat ini, Ivan Kusumayuda masih menjalani pemeriksaan di Kejagung.

“Dengan melakukan klarifikasi atas kebenaran laporan masyarakat,” sambungnya.

“Selanjutnya yang bersangkutan saat ini masih dilakukan pemeriksaan di bidang pengawasan Kejaksaan Agung,” tandas Leonard.(jpg/ruh/pojoksatu)