Bupati Semprot Guru Kelas Doyan Memberi PR dan Main HP, Siapkan Sanksi Tegas

by
Bupati Jembrana Nengah Tamba siap menyiapkan sanksi tegas untuk guru kelas dan kepala sekolah yang bertindak indisipliner. (Istimewa)

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mulai menunjukkan eksistensinya sebagai kepala daerah yang terpilih dari hasil Pilkada 2020 silam.

Di depan para kepala sekolah yang baru dilantik, mantan anggota DPRD Bali ini mengingatkan para guru kelas yang berani bertindak indisipliner saat mengajar anak didiknya.

Politisi Demokrat ini mengaku tak segan menjatuhkan sanksi tegas.

”Guru jangan hanya datang ke sekolah cuma untuk memberikan PR (pekerjaan rumah) saja bagi murid-muridnya.

Apalagi ada guru yang saat jam pelajaran di kelas sibuk dengan urusan handphone (HP) yang tidak ada relevansinya dengan bidang tugasnya di kelas,” kata Bupati Tamba dilansir dari Radarbali.

Menurutnya, gerak-gerik para tenaga pengajar di Jembrana ada dalam pengawasannya.

“Tugas kalian akan saya pantau terus di sekolah. Jika ada yang ditemukan demikian (indisipliner), saya tak segan-segan memberikan sanksi tegas,” ujar Bupati Tamba.

Bupati Tamba juga meminta agar para guru mampu mengawal anak didiknya menjadi generasi bangsa yang hebat.

Mantan Ketua Komisi III DPRD Bali ini lantas mengutip pepatah, ‘guru kencing berdiri anak kencing berlari’.

Artinya sebagai pendidik, seorang guru mempunyai tugas yang sangat mulia dalam membimbing dan mendidik anak.

“Untuk itu saya minta para kepala sekolah dan guru kelas mampu mengawal anak-anak didiknya agar menjadi generasi penerus bangsa yang hebat,” paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Jembrana Ni Made Wartini mengatakan, mutasi yang dilakukan itu sebanyak 88 orang terdiri dari kepala sekolah SD dan SMP termasuk promosi kepala sekolah dan mutasi guru.

Dari 88 orang yang dimutasikan itu meliputi kepala sekolah SD sebanyak 29 orang, promosi 5 orang, reposisi kepala sekolah 1 orang dan mutasi guru SD 46 orang.

Sedangkan untuk SMP yakni, kepala sekolah 1 orang, promosi 4 orang dan mutasi guru 2 orang.

“Termasuk mengisi kepala sekolah yang sebelumnya jadi pelaksana tugas,” papar Wartini. (rb/bas/don/yor/JPR)