318 KK Terdampak Banjir di Kampung Celong Terima Bantuan CSR dari Manajemen Grand Batang City

by
Direktur HCM & Finance Grand Batang City, Dodik Ristiawan didampingin Kades Kedawung dan Muspika Banyuputih menyerahkan bantuan CSR pada warga Celong yang terdampak banjir.

BATANG – Sebanyak 318 Kepala Keluarga (KK) warga Kampung Celong, Dusun Mangunsari, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih mendapat bantuan Corporate Social Responsibility dari Manajemen Grand Batang City atau PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Kepala keluarga yang mendapat bantuan tersebut terdiri dari 78 KK yang terdampak langsung banjir mendapat pengganti uang tunai sebagai terdampak langsung. Selain itu, ada juga 240 KK yang mendapat bantuan sembako. Penyerahan bantuan sendiri secara simbolis di Balai Desa Kedawung, dan juga diserahkan secara langsung pada warga, Selasa (12/10/2021).

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Grand Batang City sebagai kawasan industri yang smart and sustainable, yakni tidak hanya mampu menggerakkan ekonomi dan menyerap tenaga kerja tapi juga mampu menghadirkan manfaat dan jalinan sosial dengan lingkungan sekitar,” ujar Direktur HCM & Finance Grand Batang City, Dodik Ristiawan saat memberi sambutan sebelum penyerahan bantuan.

Pada kegiatan tersebut, Grand Batang City menyerahkan bantuan senilai total Rp282 juta. Bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban warga, dan juga sebagai pengganti matrial yang mengalami kerusakan akibat banjir.

“Terkait antisipasi banjir, kami dari pihak manajemen Grand Batang City berkomitmen untuk mempercepat perizinan box culvert, dan memaksimalkan kinerja kolan retensi serta mesin pompa yang standby di wilayah Celong,” jelas Dodik Restiawan.

Pada kesempatan itu, pihak PT KITB juga meminta dukungan dari masyarakat Celong dan pihak Desa Kedawung terkait resiko-resiko yang harus dimitigasi agar secepat mungkin diinfokan. Dengan begitu, pihak manajemen KITB bisa mengambil tindakan yang cepat.

“Manajemen PT KITB sangat berkomitmen terhadap mitigasi resiko, dan bagaimana membangun kawasan ini menjadi sebuah kawasan yang mempunyai multiplayer evek ditingkat lokal maupun nasional,” tandas Dodik Ristiawan.

Kepala Desa Kedawung, Amat Subekhi mengungkapkan, bantuan uang tunai bagi warga Celong terdampak langsung banjir, besaranya disesuaikan dengan jumlah kerugian.

“Untuk besaran bantuan bagi warga terdampak langsung berbeda-beda, karena disesuaikan dengan kerugian yang dialami. Sedangkan untuk menentukan besaran kerugian, ada tim penaksir yang menghitung kerugian setiap warga. Jadi besaran taksiran itulah yang menjadi dasar pemberian bantuan,” ungkap Amat Subekhi.

Amat Subekhi selaku kepala desa juga mengungkapkan terimakasih atas respon yang cepat dari pihak PT KITB terkait pengaduan ataupun laporan pihak desa apabila terjadi sesuatu.

Karena itulah, pihaknya menghimbau kepada warga Kedawung pada umumnya dan Celong khususnya, apabila terjadi sesuatu dari dampak pembangunan KITB, maka langsung dikoordinasikan dengan pihak desa, dan nantinya akan diteruskan ke manajemen perusahaan.

“Saya sudah tekankan pada warga agar berkoordinasi dengan pihak desa apabila terjadi sesuatu. Jangan bertindak sendiri-sendiri ataupun terprovokasi oleh pihak lain yang pada akhirnya nanti justru merugikam warga. Kondusifitas yang sudah terjadi di Desa Kedawung harus kita jaga bersama,” beber Amat Subekhi.

Terkait penangana banjir sendiri, pihak ha meminta agar PT KAI bisa segera memberikan izin pembangunan terowongan atau saluran air yang melintas dibawah jalur kereta api.

Pasalnya, keberadaan terowongan tersebut dianggap sangat penting agar kampung Celong tidak diterjang banjir lagi akibat dampak pembangunan KITB.

“Warga sangat berharap pihak PT KAI bisa memberikan izin pembuatan terowongan di bawah jalur kereta api, sehingga banjir bisa tertangani dan tidak terjadi lagi,” tandas Amat Subekhi. (don)