Korupsi DD, Mantan Kades Mengaku Kena Tipu

by
MINTA MAAF - Tersangka kasus dugaan penilepan dana desa (DD), Jiman Kepala Desa Tambahsari, meminta maaf kepada warga Desa Tambahsari atas perbuatanya.

*Kades Tambahsari, Tersangka Korupsi DD

KENDAL– Tersangka kasus dugaan penilepan dana desa (DD), Jiman, Kepala Desa Tambahsari, Kecamatan Limbangan, menjalani gelar perkara di Polres Kendal, Senin (11/10/2021). Kepada petugas, Jiman berdalih pernah ditawari untuk pencairan dana bantuan sosial (bansos) oleh seseorang dari Jakarta. Ia diminta menitipkan uang sebesar Rp 700 juta supaya bansos itu cair.

“Saya tergiur dengan tawaran itu lalu mentransfer uang ke orang tersebut. Namun bantuan itu tidak kunjung cair,” katanya di hadapan Kasatreskrim.

Tersangka mengaku menggunakan dana rehab bangunan tersebut untuk mengganti kerugian karena penipuan tersebut. “Saya minta maaf kepada warga yang membuat pembangunan sarana prasarana tersendat di tahun 2018. Namun pembangunan sudah bisa diselesaikan di tahun 2021 ini,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Daniel A Tambunan mengatakan, pengakuan tersangka yang kena tipu dana bansos tidak mengurangi unsur tindak pidana korupsi. “Yang jelas dana desa digunakan Kades Jiman untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Tersangka terbukti melakukan tindak pidana melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau koorporasi yang dapat merugikan keuangan negara. Semula pada tahun 2018 Pemdes Tambahsari mendapatkan anggaran dana desa untuk pembuatan BUMDes sebesar Rp 439.276.200.