Jumlah Orang Gila Bertambah

by
Sudaryanto.

**Tercatat 2.359 Orang Idap Gangguan Jiwa
**Pandemi Ikut Picu Kenaikan ODGJ

KAJEN – Seiring dengan penambahan jumlah penduduk, kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau disabilitas jiwa di Kabupaten Pekalongan kian bertambah. Berdasarkan data hingga Juni 2021, angka prevalensi orang dengan gangguan jiwa di Kota Santri diprediksi ada 2.359 orang. Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan sendiri sudah menemukan 1.359 orang dengan gangguan jiwa atau 57,6%.

Kasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular Dinkes, Sudaryanto, Senin (11/10/2021), menerangkan, pada tahun 2020 ada 2.200 ODGJ, dan semuanya sudah terlayani. Menurutnya, pandemi Covid-19 ikut memicu penambahan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Pekalongan. Rasa ketakutan berlebihan terhadap virus corona juga bisa menjadi bibit gangguan jiwa.

“Di Kabupaten Pekalongan menurut prevalensi atau angka kejadian diperkirakan ada sekitar 2.359 orang dinyatakan sebagai orang dengan gangguan jiwa (disabilitas jiwa). Termasuk tinggi di sini,” kata dia.

Kenaikan itu berdasarkan survei Riskesdas (riset kesehatan dasar) oleh Kementerian Kesehatan. “Ini bisa kita maklumi ya. Karena faktor-faktor yang mencentus itu sekarang sangat bertambah, apalagi dengan adanya Covid. Rasa takut terpapar Covid, membuat ndak tenang. Itu salah satu bibit apabila tidak tertangani dengan baik bibit-bibit gangguan jiwa itu bisa menjadi masalah,” ujar dia.

Secara kriteria, kata dia, orang dibedakan dua. Yakni, orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) . Stres dan sebagainya itu masuknya orang dengan masalah kejiwaan. Jika itu dimanage dengan baik, ditatalaksana dengan baik, itu akan bisa kembali ke normal. “Tapi kalau tidak bisa ditangani dengan baik, ini akan menjadi orang dengan gangguan jiwa.