Alhamdulillah, Kasus Stunting Turun jadi 15%

by
KOORDINASI - Dinkes Batang, Bapelitbang dan pihak terkait melaksanakan koordinasi Pertemuan Penyusunan Regulasi Stunting di Aula Dinkes Batang, Senin (11/10/2021).

BATANG – Tahun 2021, kasus stunting di Kabupaten Batang mengalami penurunan. Sesuai data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, angkanya tahun ini turun menjadi 15,67 persen.

Hal ini seperti disampaikan Kepala Dinkes Batang, dr Didiet Wisnuhardanto, pada Pertemuan Penyusunan Regulasi Stunting di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Senin (11/10/2021).

“Alhamdulillah, ada penurunan. Di tahun 2020 sebesar 16 persen, tahun 2021 15,67 persen. Mudah-mudahan ke depan semakin menurun,” katanya.

Ia mengatakan, salah satu strategi menurunkan angka stunting adalah dengan memberikan perhatian lebih kepada ibu hamil. “Kami mempunyai program ibu hamil dimasukkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kabupaten Batang mendapat kuota 3 ribu pasien hingga bulan Desember,” jelasnya.

Ia mengharapkan, JKN tersebut diberikan tepat sasaran, yakni ibu hamil yang termasuk warga kurang mampu atau bagi mereka yang menunggak biaya JKN, yang disebabkan beberapa hal.
“Pengurusannya bisa lewat Puskesmas atau dengan surat pernyataan Kepala Dinas Kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Batang, Ari Yudianto meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tetap mengoptimalkan anggaran dalam menangani stunting. Ia berharap meski di tahun 2022 belanja di OPD harus disesuaika karena adanya pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Pusat, namun anggaran untuk penanganan stunting jangan sampai ada pengurangan.