UMKM Center Sepi, Pedagang Gulung Tikar

by -
TINJAU UMKM CENTER - Bupati Fadia Arafiq meninjau UMKM Center di Wonopringgo, kemarin.

WONOPRINGGO – UMKM Center yang dibangun pemerintah senilai Rp 7 miliar di Madukaran, Kecamatan Wonopringgo kian sepi. Banyak pedagang di UMKM Center memilih tutup tempat usahanya lantaran sepi pengunjung.

UMKM Centre yang berada di tepi Jalan Raya Wonopringgo ini tampak sepi. Sekeliling gedung sudah dirimbuni rumput dan tanaman liar. Tak ada satu pun kios yang buka.

Hanya ada segelintir pedagang di food court yang buka. Namun itu tentu saja tak sebanding dengan gedung seluas 1.850 meter persegi yang berdiri di atas lahan 4000 meter persegi.

“Ramai pas baru diresmikan saja. Sekarang sepi banget,” kata Nia (20), pedagang Tom Yam di sana.

Nia masih mau membuka stannya sampai sekarang karena merasa eman-eman. Tempat itu, kata dia, gratis. Lengkap dengan gerobak dan fasilitas lainnya. “Sayang kalau nggak diteruskan,” ungkapnya.

Sementara pedagang lain, kata Nia, sudah enggan buka karena sering sepi pengunjung. Dalam sehari kerap tak ada pembeli sama sekali. Modal tak kembali. “Enggak menyalahkan mereka juga sih. Karena saya saja bisa buka terus karena pasang di aplikasi ojek online. Kalau nggak begitu, ya sepi begini,” ucapnya.

UMKM Center Kabupaten Pekalongan dibangun sejak 2018. Pembangunannya menelan dana Rp 7 miliar lebih. Diresmikan pada era Bupati Asip Kholbihi, tepatnya 16 Juli 2020.

Kepala Dinperindagkop Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini mengakui UMKM Center makin sepi. Pihaknya tengah mengupayakan bagaimana agar pusat UMKM itu bisa bergairah. “Kami sejak lama sudah terpikir untuk menyelenggarakan even di sana agar sekalian promosi. Tapi kondisi masih pandemi seperti ini. Ada aturan prokes dan lain sebagainya,” ungkapnya.

BUPATI PEKALONGAN KUNJUNGI UMKM CENTER

Imbas dari adanya pandemi Covid-19 menghantam perekonomian di Kabupaten Pekalongan. Salah satunya UMKM Center mengalami kelesuan. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya kios-kios yang tutup dan pedagang yang gulung tikar.

Dengan situasi yang demikian, Pemkab Pekalongan bersama Dekranasda Kabupaten Pekalongan tengah berusaha untuk menyusun cara-cara supaya UMKM Center yang menjadi pusat wisata kuliner di Kabupaten Pekalongan bisa hidup kembali seperti sedia kala.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, saat melakukan kunjungan di UMKM Center, Senin (11/10/2021) siang, mengaku sangat prihatin melihat kondisi UMKM Center yang saat ini sepi. Untuk itu pihaknya akan melakukan berbagai upaya supaya UMKM Center bisa ramai kembali.

‘’Hari ini (kemarin, red) kita lakukan kunjungan ke UMKM Center, dengan membawa turut serta para OPD terkait dan Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan. Hal ini bertujuan untuk mengecek mengapa UMKM Center di Kabupaten Pekalongan ini kurang berjalan dengan maksimal,’’ kata Bupati.

Fadia melanjutkan, untuk planning terdekat saat ini, pihaknya akan melakukan beberapa perbaikan gedung dan penambahan panggung hiburan di halaman UMKM Center untuk menarik pengunjung.

‘’Penambahan papan nama di depan gedung UMKM, pembuatan panggung hiburan, supaya ada sedikit hiburan di sini. Dan kalau kita sudah level Covid-19-nya menurun maka hiburannya bisa kita jalankan,’’ jelasnya.

Selain itu, untuk rencana jangka panjangnya, Fadia menjelaskan bahwa pihaknya akan menyusun pola-pola aturan dan peninjauan peraturan untuk dapat menggaet investor supaya bisa masuk ke UMKM Center. Sehingga dengan hal tersebut diharapkan kedepannya UMKM Center akan bisa berkembang pesat dan menjadi primadona wisata kuliner di Kabupaten Pekalongan.

‘’Kedepan kita juga akan mencoba mengaet investor supaya UMKM Center ini lebih berkembang. Dan saat ini kami sedang melihat dari segi aturannya untuk berjalan ke arah sana. Supaya investor bisa masuk ke sini,’’ kata dia.