Berkas Dugaan Korupsi Madin P-21

by
GIRING - Kasi Pidsus dan Kasi Intel membawa tiga tersangka ke mobil tahanan.

**Tiga Tersangka Dikirim ke LP Semarang
**Kerugian Negara Capai Rp 713 Juta

KAJEN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pekalongan akhirnya menyatakan berkas dugaan korupsi dana Bansos Covid-19 Kementerian Agama RI untuk TPQ Madrasah Diniyah (Madin) dinyatakan P-21 atau lengkap. Dari berkas yang menyerat tiga tersangka ini, diketahui dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Keuangan kerugian negara mencapai Rp 713 juta. Selanjutnya, penyidik melakukan penyerahan tahap dua (penyerahan tersangka berikut barang bukti) kepada jaksa penuntut umum untuk ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane, Semarang, Senin (11/10/2021).

Hal itu dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, Abun Hasbulloh Syambas, dalam pers rilis didampingi Kasi Pidsus, Evan Adhi Wicaksana, Kasi Intel Kejari, Adi Chandra.

Dijelaskan, ada tiga tersangka dalam kasus ini, yakni Kahnan dan Iksanudin selaku Ketua dan Sekretaris FKDT Kabupaten Pekalongan. Selain itu ada tersangks Zaenal Arifin yang ikut menghalang halangi proses penyidikan bahkan berusaha mempengaruhi pelaku untuk tidak hadir dalam pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan.

Diungkapkan Kajari, dalam audit BPKP diketahui bahwa perkara Lembaga TPQ danadin bersumber dana Bantuan Covid-19 Kementrian Agara RI tahun 2020 mengalami kerugian negara mencapai Rp 713.285.000.

“Uang yang sudah disita dan diselamatkan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan senilai Rp 246 juta. Semula penyidik menahan dua tersangka Khnan dan Zainal Arifin, kemudian Iksanudin yang sebelumnya tahanan luar dan wajib lapor karena sudah kooperatif juga kita lakukan penahanan,” terang Kajari saat didampingi Kasi Pidsus, Evan Adhi Wicaksana, Kasi Intel Kejari, Adi Chandra.

Dalam perkara tersebut, Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan juga telah menyita sejumlah sepeda motor dan mobil Toyota Hiace milik Khanan. Kendaraan tersebut dari pemeriksaan merupakan hasil dari uang kasus korupsi Bansos Covid-19 untuk TPQ dan Madin saat sebagai Ketua FKDT Kabupaten Pekalongan.