Diduga Selewengkan Dana Desa, Kades Tambahsari di Tahan di Sel Tahanan Polres Kendal

by
Ilustrasi. Jpnn

KENDAL – Diduga melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD), Kepala Desa Tambahsari, Kecamatan Limbangan, Jiman dicokok oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kendal, Jumat (8/10/20210) malam. Kini kepala desa tersebut mendekam di sel tahanan Polres Kendal. Pihak kepolisian pun masih melakukan penyelidikan lebih lanjut kasus dugaan tipikor tersebut.

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Daniel Artasasta Tambunan mengatakan, dalam kasus tersebut, Jiman Kepala Desa tambahsari diduga telah melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dan penyelewengan Dana Desa (DD) tahun 2018 untuk kepentingan pribadi. Kerugian negara yang ditimbulkan akibat dugaan penyelewemgan tersebut sebesar Rp 148 juta.

“Reskrim Polres Kendal telah melakukan upaya penegakan hukum dugaan tindak pidana dana desa tahun 2018. Keberadaan DD harusnya disalurkan untuk BUMDes akan tetapi oleh Kades untuk kepentingan pribadi,” katanya, Sabtu (9/10/2021).

Daniel mengungkapkan, atas laporan dari inspektorat ada kerugian negara sebesar Rp148 juta. Dengan kasus dugaan melakukan tindak pidana korupsi yang membelitnya itu Kades Jiman telah melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 dan pasal 8 Undang-Undang (UU) 31 tahun 1999 seperti yang diatur Undang-Undang (UU) 20 tahun 2021 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman penjara seumur hidup minimal 4 tahun.

“Dana Desa tersebut sedianya untuk BUMDes, tetapi disalahgunakan untuk kepentingan pribadi,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Kepala Desa (Kades) Bahurekso Kendal, Abdul Malik mengaku sudah mengetahui informasi adanya penangkapan Kepala Desa Tambahsari yang ditangkap oleh petugas Polres Kendal. Namun ia sendiri belum mengetahui secara pasti kasus pidana yang kini tengah membelit kepala desa tersebut.

“Kasusnya apa belum tahu. Cuman, semalam, saya sudah kontak Ketua Paguyuban kecamatan Limbangan, Mbah H Jarno. Setelah saya tanyakan kepada beliau, katanya terkait masalah pembangunan gedung serba guna tiga tahun silam yang wanprestasi pembayar kepada tenaga. Itu informasinya. Detailnya saya tidak tahu,” ungkap Abdul Malik.

Abdul Malik menyatakan, setelah informasi adanya penangkapan itu, hingga kini Kepala Desa Tambahsari Jiman tidak ada komunikasi apapun denga Pahuyuban Kades Bahurekso Kendal. Sehingga paguyuban tidak bisa berbuat banyak dan mengambil sikap untuk melakukan pendampingan.

“Kalau tidak ada permintaan yang bersangkutan, paguyuban tidak bisa melakukan pendampingan. Sementara itu. Paguyuban belum bisa mengambil langkah apapun. karena yang bersangkutan belum komunikasi dengan kami. kalau harapan kami, ada masalah apapun berkaitan dengan kepala desa selama itu tidak kriminal, tidak makar dan narkoba kami siap mendampingi untuk mencari jalan terbaiknya, selama yang bersangkutan berkomunikasi dengan kami,” tandasnya. (lid)