Atasi Darurat TPA, Bupati Siapkan Tiga Opsi

by
Wihaji, Bupati Batang

BATANG – Bupati Batang, Wihaji buka suara mengenai permasalahan sampah yang menjadikan wilayahnya kini dalam kondisi darurat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

“Saya menganggap, bahwa sampah ini bukan masalah. Karena sampah di mana mana sama, dan pasti ada solusinya. Terpenting dikelola, kalau sampah itu dikelola dengan baik, maka saya yakin tidak akan timbul masalah,” terang Bupati, Kamis (7/10/2021).

Namun demikian, kata dia, Pemkab Batang telah membuat sejumlah perencanaan untuk dapat mengatasi problematika sampah yang kini menggunung setinggi 15 meter di TPA Randukuning, Kecamatan Kandeman, Batang.

“Jadi kami sudah siapkan plan A, B, dan C. Plan A nya, kita tunggu pembuatan TPA baru di KIT Batang. Plan B, kita minta pada Perhutani untuk pinjam pakai lahan untuk dibuat TPA. Plan C, kita kerjasama dengan swasta untuk pengelolaan TPA,” terangnya.

Menurut Wihaji, dari ketiga plan tersebut, dua di antaranya akan dijadikan sebagai prioritas untuk menangani sampah di wilayahnya dalam waktu dekat, yakni menunggu pembuatan TPA di KIT Batang dan menjalin kerjasama dengan swasta.

“Plan A dan C yang memungkinkan atau diprioritaskan dapat segera dilakukan. Karena KIT Batang dalam masterplannnya telah menyediakan space untuk lokasi pembuangan sampah. Kemudian, saat ini juga sudah ada pihak swasta yang menawarkan kerjasama untuk mengelola sampah kita,” jelasnya.