Metro Pekalongan

Golkar Optimistis Lalui Verifikasi Faktual

Golkar Verifikasi Faktual

VERIFIKASI – Ketua DPD Golkar Kota Pekalongan, Balgis Diab saat menjalani verifikasi kepengurusan oleh KPU Kota Pekalongan, Rabu (31/1) di Kantor DPD Golkar.
M. AINUL ATHO’

KOTA PEKALONGAN – DPD Partai Golkar Kota Pekalongan menjalani verifikasi faktual oleh KPU Kota Pekalongan, Rabu (31/1) di Kantor DPD Golkar.

Ketua DPD Golkar Kota Pekalongan, Balgis Diab mengaku optimistis bisa melalui tahapan kali ini, sebab partainya sudah mempersiapkan semua syarat sesuai ketentuan diantaranya menghadirkan lima persen keanggotaan dari 1.500 anggota yang didaftarkan ke Sipol yakni sebanyak 74 orang.

Kemudian, Golkar juga menghadirkan pengurus secara lengkap untuk memenuhi syarat kepengurusan dan 30 persen keterwakilan perempuan dalam kepengurusan DPD. “Semua syarat sudah kami siapkan sesuai ketentuan. Kami hadirkan lima persen keanggotaan dan 30 persen keterwakilan perempuan atau sebanyak 29 orang,” terang Balgis Diab.

Ia menyatakan terima kasih dan apresiasi kepada KPU yang sudah melakukan tugasnya dengan baik. Dengan verifikasi faktual diharapkan KPU bisa mendapatkan data yang valid dan semua parpol juga bisa memberikan data yang sesuai dengan kondisi riil. “Insya Allah kami dari Golkar optimistis mampu melalui tahapan ini dengan baik,” katanya.

Verifikasi faktual menurut Balgis menjadi satu tahapan awal yang penting. Jika mampu lolos dalam tahapan ini, maka parpol bisa mempersiapkan tahapan selanjutnya untuk mengikuti Pemilu tahun 2019. “Untuk itu seluruh parpol pasti mempersiapkan diri dengan baik termasuk dalam memenuhi syarat yang dibutuhkan,” tambahnya.

Komisioner KPU yang melakukan verifikasi, Edi Harsoyo mengatakan, adanya putusan MK membuat KPU harus segera melaksanakannya. Mengingat waktu yang singkat, maka metode yang diterapkan sudah disederhanakan. “Putusan MK yang dikeluarkan tanpa perpanjangan waktu dan perpanjang anggaran, sehingga harus segera dilaksanakan,” jelas Edi.

Verifikasi faktual terhadap parpol lama, lanjutnya, dilakukan terhadap kepengurusan, kantor, keterwakilan perempuan dan lima persen anggota. “Ini berlaku bagi parpol lama kita verifikasi secara keseluruhan. Sedangkan tiga parpol baru, hanya dilakukan untuk keanggotaan karena kantor dan kepengurusan sudah dilakukan verifikasi,” tandasnya. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments