Siswa SMA Negeri di Jember Meninggal Delapan Hari Pasca Vaksin

by
Ilustasi vaksin covid-19 (Foto:Istimewa)

Ananda Rahel Pratama pelajar SMA Negeri 1 Kencong, Kabupaten Jember, meninggal pasca vaksinasi Covid-19, Minggu, 19 September 2021. Korban meninggal delapan hari pasca mengikuti vaksinasi di SMA Negeri 1 Kencong, pada hari Minggu, 10 September 2021.

“Sebelum mengikuti vaksin, korban dalam kondisi segar bugar. Namun setelah disuntik vaksin mulai muncul gejala” tutur kakek korban, Ahmad Solehan Yusuf saat dikonfirmasi Senin, 04 Oktober 2021.

Sehari pasca vaksin, korban merasa mual dan muntah disertai demam. Semakin hari daya tahan tubuh korban semakin menurun. Bahkan tanggal 19 September 2021, perut korban mengeras, kaki sebelah kanan membengkak.

Melihat korban yang semakin memburuk membuat keluarga korban kebingungan. Sebab, dalam lembaran sertifikat vaksin yang diterima korban tidak tercantum nomor telepon yang harus dihubungi jika kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI terjadi. “Dalam surat vaksin yang diterima cucu saya, tidak ada nomor telepon yang bisa dihubungi. Hanya berisi titi-titik,” jelas Yusuf.

Tanggal 19 September 2021 pukul 11.00 WIB, korban yang sudah dalam kondisi kritis dibawa ke Rumah Sakit Balung. Hanya mendapat perawatan selama beberapa jam, sekitar pukul 12.30 WIB korban meninggal dunia.

Saat keluarga sedang berduka, tanggal 23 September 2021, ada lima orang yang mengaku dari Puskesmas Cakru, Kencong bersama Sekretaris Desa dan anggota Babinsa. Bukannya datang untuk berbelasungkawa, petugas dari Puskesmas mengeluarkan kata-kata yang kurang sopan.

Saat keluarga korban menanyakan alasan tidak adanya nomor telepon yang bisa dihubungi di lembar surat vaksin korban, petugas dari Puskemas tidak memberikan penjelasan apapun.

Bahkan salah satu dari mereka hanya mengaku salah dan menanyakan kelurga korban mau berbuat apa. “Mereka mengatakan, iya salah-salah, terus mau minta apa. Kalimat itu diucapkan sampai empat kali,” tutur Yusuf menirukan ucapan petugas Puskesmas.

Gara-gara sikap petugas Puskesmas Cakru yang dinilai kurang sopan itu, kelurga korban yang awalnya menerima dan pasrah akan kepergian korban, menjadi marah dan tidak terima. Yusuf berharap, petugas dari Puskesmas itu meminta maaf. “Kami sudah melayangkan pengaduan dan teguran kepada Kepala Puskesma Cakru, Kecamatan Kencong, Jember tertanggal 1 Oktober 2021,” pungkas Yusuf.

Sementara, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Jember- Lumajang, Mahrus Syamsul, mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut. Mahrus berjanji akan berkoordinasi dengan kepala SMN 1 Kencong. Serta akan menyampaikan kepada media jika sudah mendapat informasi lengkap.

Sedangkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember, dokter Lilik Lailiyah hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. Permintaan konfirmasi melalui pesan Whatsapp masih belum direspon. (ngopibareng)