43 Ribu RTLH Masih jadi PR Pemkab Batang

by
PENJELASAN - Kabid Perumahan dan Pertanahan DPRKP Batang, Mulyadi, saat menjelaskan persebaran RTLH yang belum tertangani di Kabupaten Batang.

*Anggaran Terbatas, Penyelesaian Butuh 50 Tahun

BATANG – Keberadaan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Batang ternyata masih cukup tinggi. Hingga menjelang akhir tahun 2021, tercatat masih tersisa 43 ribu RTLH yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah.

“Iya, berdasarkan data kami, masih ada 43 ribu RTLH yang tersebar di 15 kecamatan se Kabupaten Batang yang belum tersentuh bantuan rehabilitasi,” ujar Kabid Perumahan dan Pertanahan DPRKP Kabupaten Batang, Mulyadi, baru-baru ini.

Ia mengatakan, masih banyaknya jumlah RTLH di Kabupaten Batang memang diakibatkan dari keterbatasan kemampuan keuangan pemerintah. Di mana setiap tahun, pemerintah hanya bisa menganggarkan bantuan untuk 1-2 ribu unit RTLH saja.

“Kemampuan pemerintah untuk melakukan rehab RTLH setiap tahunnya hanya untuk 1-2 ribu unit saja. Jadi memang sulit untuk mengejar atau menyelesaikan puluhan ribu RTLH yang ada ini,” ungkap Mulyadi.

Dijelaskan Mulyadi, ada beberapa sumber bantuan yang digelontorkan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah RTLH ini. Beberapa di antaranya, yakni dari APBD Batang, Bantuan Keuangan Provinsi (Banprov) Jateng, Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Tahun 2021 ini, untuk APBD dialokasikan sebesar Rp 5,4 miliar, dengan sasaran 432 unit rumah. Di mana setiap rumah mendapat alokasi Rp12,5 juta. Untuk Banprov mendapat alokasi anggaran sebesar Rp3,48 miliar, yang diperuntukkan bagi 290 unit rumah. Adapun setiap rumah mendapat alokasi perbaikan Rp 12 juta.