Mau Dapat Emas atau Dinar, Cukup Tabung Sampah

by
TABUNG SAMPAH - Bank Sampah Induk (BSI) Kendal melaunching program nabung sampah menjadi emas dan dinar.

KENDAL – Bank Sampah Induk (BSI) Kendal melaunching program nabung sampah menjadi emas dan dinar. Warga bisa mendapatkan emas dan dinar dengan menabung sampah yang dikumpulkan sedikit demi sedikit. Sebab dalam program tersebut BSI Kendal menyediakan emas kecil ukuran 0,05 gram.

Koordinator Bank Sampah Induk Kendal, Nunu Sarah Zaenubia mengatakan, BSI Kendal telah memiliki 412 nasabah dari warga RW 6 sampai RW 12 Perumahan Griya Praja Mukti Kelurahan Langenharjo Kendal. Nasabah lainnya dari beberapa OPD Pemkab Kendal, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PUPR, Dinas Perkim, Puskesmas Kendal 1 dan Puskesmas Kendal 2 serta beberapa sekolah. “Warga bisa nabung sampah. Jika 10 kali nabung sampah bisa jadi emas kecil. Namun jika ditabung terus bisa jadi ditukar dengan dinar,” katanya, Sabtu (25/9/2021).

Program nabung sampah ini mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal, Chacha Frederica mengatakan, PKK bersama DLH Kendal terus menggerakkan masyarakat untuk melakukan pilah sampah, membuat kompos dan mengurangi penggunaan plastik. Hal ini harus dibiasakan, mulai dari yang paling gampang, misalnya membuat kompos dengan tempat tong bekas. Tujuannya supaya lingkungan menjadi bersih dan sehat. “Kalau lingkungan bersih, kesehatan akan jauh lebih baik, sehingga kualitas hidup meningkat, yang berdampak baik terhadap diri dan lingkungan masyarakat,” ujar Chacha.

PKK rencananya akan menggandeng anak-anak muda menjadi Duta Lingkungan di desanya masing-masing. Harapannya anak-anak muda ini bisa menjadi contoh atau panutan bagi warga sekitar.
“Untuk edukasi masyarakat, kami akan menggandeng anak-anak muda di desa dan kelurahan yang bisa mempengaruhi orang di sekitarnya. Anak-anak muda ini jadi duta lingkungan hidup dan daerahnya masing-masing,” katanya.

Plt Kepala DLH Kabupaten Kendal, Sudaryanto mengatakan, Bank Sampah di Perumahan Griya Praja Mukti ini akan dijadikan pilot project pengelolaan sampah rumah tangga. Upaya ini sangat membantu mengurangi sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) supaya tidak cepat penuh. “Gerakan pilah sampah ini sangat penting, supaya sampah yang dibuang itu hanya sampah yang tidak bisa dimanfaatkan,” katanya. (lid)