Kesal Dilarang Tidur di Masjid, Pria Ini Nekat Bakar Mimbar Khotbah

by
Kabba, pelaku pembakar mimbr Masjid Raya Kota Makassar. Foto Fajar

Polisi tidak butuh lama untuk menangkap pelaku pembakar mimbar Masjid Raya Kota Makassar.

Pelaku pembakar mimbar Masjid Raya Kota Makassar itu adalah Kabba (22), warga Jalan Sembilan, Lorong 1, Kota Makassar.

Pelaku ditangkap beberapa jam usai membakar mimbar Masjid Raya Kota Makassar pada Sabtu (25/9/2021) dini hari, pukul 01.17 WITA.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Witnu Urip Laksana menyebut, Kabba mengaku, motif pembakaran itu dilakukan lantaran Kabba sakit hati kepada penjaga masjid.

Sebab, ia dilarang tidur di masjid oleh penjaga masjid.

“Pelaku sakit hati kepada pengurus masjid. Setiap tersangka mau beristirahat, tidur di masjid, selalu dilarang pengurus masjid dan sekuriti,” kata Witnu Urip Laksana, Sabtu (25/9/2021).

Kejadian itu bahkan sudah terjadi beberapa kali sehingga Kabba memendam sakit hati.

Karena itu, Kabba lantas masuk secar diam-diam ke dalam masjid dengan membawa korek api.

Ia lalu membakar sajadah yang disimpan di belakang mimbar.

“Pelaku pakai sajadah lalu dibakar ke mimbar. Sajadah itu dia bawa,” terang Witnu.

Usai membakar, Kabba langsung melarikan diri dengan melompati pagar masjid.

Beruntung, hal itu diketahui penjaga masjid yang langsung memadamkan api dengan segera.

Kabba pun ditangkap hanya beberapa jam setelah kejadian.

Pengangguran dan Pemadat

Pelaku pembakar mimbar Masjid Raya Kota Makkasa itu juga disebut tidak mengalami gangguan jiwa alias gila.

Kabba diketahui merupakan pemuda yang tak memiliki pekerjaan.

Dalam kesehariannya, ia kerap mondar-mandir di tepi jalan tanpa arah dan tujuan jelas.

Informasi yang dihimpun Fajar (jaringan PojokSatu.id), Kabba juga merupakan pemakai narkoba.

“Diduga pelaku sudah lama konsumsi zat berbahaya seperti yang diatur dalam narkoba dan psikotropika,” kata Witnu.

Saat ini, polisi juga masih terus mendalami keterangan dari Kabba dan mengejar pengedar narkoba.

“Akan kita lakukan pengembangan keterkaitan pelaku dengan para pengedar narkoba,” sambungnya.

Witnu juga memastikan, bahwa Kabba telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pemuda itu dijerat dengan Pasal Pasal 187 ayat 1 dan ayat 2 KUHP.

“Ancaman hukuman 15 tahun penjara,” ujar Witnu. (fajar/ruh/pojoksatu)