Dokter Residen FK Undip Diduga Dianiaya Oknum Dokter SpOg RSUD Bendan

oleh -
Ilustrasi penganiayaan. Net

PEKALONGAN – Seorang dokter Residen (dokter yang sedang menjalani pendidikan untuk menjadi seorang dokter spesialis-red) yang sedang menjalankan praktik stase di RSUD Bendan Kota Pekalongan, diduga jadi korban penganiayaan. Pelakunya, diduga seorang oknum dokter SpOG RSUD Bendan.

Akibat adanya kejadian tersebut, Universitas Diponegoro Fakultas Kedokteran yang menjadi tempat dokter korban penganiayaan tersebut belajar, melakukan penarikan seluruh peserta Residen dari RSUD Bendan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kajadian penganiayaan tersebut terjadi pada 13 September 2021 lalu. Waktu itu seorang dokter Residen bedah dari FK Undip, dr JNT sedang berada di Instay Bedah Sentral (IBS) RSUD Bendan, dan diberi tugas untuk memanggil pasien rencana operasi hari itu.

Dokter tersebut kemudian mencari perawat, tapi tidak ada. Kemudian dia ke tempat Pentri dan mendekati salah satu orang yang dikiranya perawat. Selanjutnya dr JNT minta tolong pada orang tersebut untuk memanggilkan pasien.

Namun orang tersebut terlihat marah, dan menyuruh dr JNT untuk tanya di ruang tengah. Tidak sampai disitu, pria yang diketahui merupakan salah satu dokter di RSUD Bendan tersebut nampak tidak senang, dan sempat menghardik. Kemudian dia berdiri dan menghampiri korban, dan secara emosional dan memukul kepalanya dengan tangan kanan.

Baca juga : RSUD Bendan Berikan Hukuman Disiplin pada Seorang Oknum Dokter Obsgin

Korban sendiri kemudian sadar bahwa ternyata oknum dokter tersebut merupakan Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), dan diapun meminta maaf. Bahkan setelah keluar dari IBS, korban juga kembali meminta maaf dan menanyakan alasan memukulnya.

Ternyata hal itu membuat oknum tersebut tidak senang, dan menantang duel korban. Beruntung ada dokter lainnya yang datang, dan kemudian meredakan situasi.

Menanggapi kejadian itu, Dr dr Darwito SpB K Onk dari Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Jawa Tengah menyayangkan terjadinya dugaan penganiayaan tersebut. Pihaknya menyerahkan penyelesaian persoalan tersebut ke IDI Kota Pekalongan. “Silahkan diselesaikan di IDI Kota Pekalongan, jika tidak ada penyelesaian, maka kita siap membantu,” tandasnya.

Direktur RSUD Bendan, dr Junaedi Wibawa ketika dikonfirmasi radarpekalongan.co.id tidak membantah ataupun membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya menjanjikan akan memberikan penjelasan pada awak media Senin (20/09/2021).

Disisi lain, dengan adanya kejadian dugaan penganiayaan terhadap salah seorang anak didiknya, pihak Fakultas Kedokteran Undip menghentikan dan menarik seluruh Residen dari RSUD Bendan. Selain itu, dalam surat yang ditandatangani oleh Dekan FK tersebut juga dinyatakan akan melakukan peninjauan ulang Perjanjian Kersama (PKS) dengan RSUD Bendan. (don)