Ratusan Penerima Bansos Mundur

by
MUNDUR - Dengan adanya program labelisasi rumah penerima bansos, banyak penerima yang mundur.

*Warga Malu Rumahnya Dilabeli

TIRTO – Ratusan penerima bantuan sosial (bansos) dari beberapa kecamatan di Kabupaten Pekalongan mengundurkan diri pasca pemda menelurkan program labelisasi rumah penerima bansos. Data ini masih bersifat sementara karena program labelisasi masih terus berlangsung.

Camat Tirto, Agus Dwi Nugroho, Kamis (16/9/2021), mengatakan, berdasarkan data sementara sudah ada 88 penerima bansos di Kecamatan Tirto yang mengundurkan diri pasca adanya program labelisasi rumah penerima bansos. Alasan mereka mundur karena merasa sudah mampu.
“Alasan yang mereka sampaikan kami merasa sudah mampu pak, dan mungkin bantuannya bisa diberikan kepada yang lebih berhak,” kata Camat Tirto.

Data itu, kata dia, belum final. Karena labelisasi masih berlangsung. Menurutnya, target labelisasi diperintahnya tidak tersurat. “Namun kita kejar. Kita sampaikan ke desa sebenarnya target kita satu bulan selesai. Namun permasalahan banyak. Makanya kita sesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayahnya,” terang dia.

Disebutkan, kadang ada sekelompok warga yang minta dirapatkan dulu. Disosialisasikan di RT-nya. Ada pula yang warganya mau langsung dilabeli. “Dinamika berbeda-beda. Kita sesuaikan dengan kultur di masing-masing wilayah. Di Kecamatan Tirto, cakupannya sudah hampir 70 persen,” katanya.

Pada saat labelisasi banyak dinamikanya. Mulai dari rumah mewah dapat bansos hingga rumah bagus tapi sebenarnya penghuninya secara ekonomi belum mapan. “Ada kasuistik rumah mewah dapat bansos. Setelah ditelusuri ternyata penerima bantuan disabilitas. Ada anggota keluarga yang disabilitas. Cuma kalau dilihat dari luarnya rumahnya kan bagus. Ternyata dia penerima khusus disabilitas,” terang dia.