Wali Kota: Capaian Vaksinasi Tergantung Stok Vaksin

by
VAKSIN - Vaksinasi untuk pelajar dan santri menjadi salah satu upaya percepatan untk mengejar target cakupan vaksinasi 50% agar level PPKM tak naik kembali.

*Syarat Capaian Vaksinasi Pengaruhi Level PPKM Dipertanyakan

KOTA – Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid, merespons adanya ketentuan cakupan vaksinasi yang akan mempengaruhi level PPKM sebagaimana tercantum dalam Inmendagri 42 Tahun 2021. Menurutnya, kondisi tersebut dirasa tidak adil karena stok vaksin tergantung dari pusat. Sehingga pihaknya akan mempertanyakan kembali ketentuan tersebut dalam rapat koordinasi selanjutnya.

“Itu masih kami pertanyakan juga di rakor selanjutnya. Apakah ini berlaku mutlak atau tidak. Kala berlaku mutlak, ini menurut saya, saya juga sudah komunikasi dengan beberapa kepala daerah, itu dirasa tidak adil. Karena bagaimanapun stok vaksin ini tergantung droping dari pusat dan provinsi,” ujar Aaf, sapaan akrab Wali Kota.

Seperti diketahui, untuk daerah yang sudah masuk level 2 PPKM harus memenuhi ketentuan tambahan yakni cakupan vaksinasi dosis 1 minimal 50% dan vaksinasi lansia minimal 40%. Sementara untuk naik menjadi level 1 PPKM, harus mengejar cakupan vaksin dosis 1 minimal 70% dan vaksinasi lansia minimal 60%.

Dikatakan Aaf, Kota Pekalongan sudah menghabiskan stok vaksin yang ada. Namun capaian cakupan vaksinasi maksimal hanya berada di angka 41 sampai 42 persen. “Semua stok yang ada, sudah kita habiskan tapi capaianya masih sekitar 41 persen atau maksimal 42 persen. Stok vaksin kita memang tergantung dari pusat,” tambah Wali Kota yang ditemui usai Rapat Paripurna DPRD, Rabu (15/9/2021) malam.

Masalah itu juga akan dipertanyakan dalam rakor bersama Gubernur Jawa Tengah dan kepala daerah se Jawa Tengah Senin (20/9/2021) mendatang. “Ini nanti coba akan kami koordinasikan dengan Gubernur bersama kepala daerah se Jateng. Arahan beliau bagaimana,” katanya.