Tender Proyek Rp2M Disanggah

by
LIHAT - Seorang aktivis sedang melihat ULP Pemkab Pekalongan.

**Sebulan Sebelum Tayang Sudah Diketahui Pemenang

KAJEN – Lelang tender di Unit Layanan Pengadaan Pemkab Pekalongan kembali diterpa kabar tak sedap. Kali ini dari lelang proyek Penguatan Tebing Sungai dan Peninggian Bronjong Aliran Kali Sengkarang Ruas Tebing Pesantunan – Madukaran dengan nilai pagu Rp 2 miliar. Diduga ada permainan dalam lelang ini. Dampaknya, pemenang proyek disanggah. Tak hanya itu, ternyata ada yang janggal dalam proyek ini, yakni pemenang lelang sudah diketahui sebulan sebelum proyek ini diunggah di ULP.

Sekadar untuk diketahui, proyek Penguatan Tebing Sungai dan Peninggian Bronjong Aliran Kali Sengkarang Ruas Tebing Pesantunan – Madukaran diunggah oleh ULP tanggal 27 Agustus 2021. Nilai pagu proyek ini Rp 2 miliar dengan nilai HPS Rp 1.985.246.365,37. Setelah dibuka, Pokja ULP Pemkab Pekalongan akhirnya mengumumkan ada 69 peserta lelang. Namun dari 69, hanya 5 CV yang membuka penawar. Yakni, Sang Anggana, CV Sinar Fateh Bersaudara, Jasa Bangun, CV Perwira Karya, CV Primadya Sentosa. Dari 5 penawar, Pokja ULP akhirnya memenangkan CV Primadya Sentosa penawar terendah terakhir nomor 5 sebagai pemenang dalam tender ini yang turun 5 persen.

Proses tender saat ini masa sanggah dari tanggal 11 September sampai 15 September 2021. Dari masa sanggah tersebut, ada satu yang melayangkan sanggah, yakni CV Sinar Fateh Bersaudara. Direkturnya mengaku melayangkan sanggahan dengan ditembuskan ke Reskrim Polres Pekalongan dan Kejari Kabupaten Pekalongan.

“Sudah kita kirimkan. Tapi tak baik kalau kita sampaikan ke media, karena ini masih tahap lelang,” kata Sutri, menirukan Direktur CV Sinar Fateh Bersaudara.

Yang pasti, lanjutnya, ada point yang diabaikan Pokja karena memenangkan CV Primadya Sentosa. Diantaranya, Pokja mengabaikan pakta integritas lelang, bahwa pelaksana lelang tidak boleh terlibat pidana. “Kita lihat saja nanti. Kalau sampai Pokja ULP masih memenangkan CV ini, maka kami akan melakukan upaya hukum,” katanya, kemarin.