Puluhan Juta Uang Baznas Kabupaten Batang Diduga Disalahgunakan

by
Kepala Inspektorat Kabupaten Batang, Bambang Supriyanto didampingi Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus), Imam Budiyono. M DHIA THUFAIL

BATANG – Ditengah Pandemi Covid-19 yang belum juga reda, dugaan penyalahgunaan uang mencuat dari Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Batang.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Batang, Bambang Supriyanto, saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Bambang mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap satu orang oknum tenaga keuangan Baznas yang diduga melakukan penyalahgunaan uang umat.

“Ya, kami telah melakukan pemeriksaan terhadap satu orang tenaga swasta di Baznas yang bertugas sebagai pemegang uang  kas,” ujar Bambang.

Ia yang didampingi Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus), Imam Budiyono menjelaskan, bahwa pihaknya menerima laporan dugaan penyalahgunaan uang itu sekitar bulan April 2021 lalu.

“Yang melaporkan dugaan itu pada kami adalah dari Baznas sendiri,” katanya.

Laporan itu didasari adanya kecurigaan dari sejumlah Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang ada dibawah Baznas.

“Jadi, seharusnya ketika UPZ ini menyetorkan uang ke Baznas, UPZ akan mendapatkan pengembalian, untuk kemudian disalurkan. Namun ternyata, hingga beberapa bulan tidak ada pengembalian,” terangnya.

Ditanya mengenai berapa total kerugian yang muncul akibat adanya dugaan penyalahgunaan itu, Bambang mengatakan bahwa pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk menghitung besaran kerugian yang ditimbulkan.

“Kami Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) hanya sebatas memeriksa secara manajerialnya, apakah personil Baznas dan seluruh perangkat yang ada di Baznas itu melaksanakan tugas sesuai dengan SK yang diberikan oleh Bupati Batang. Jadi, nilai kerugian berapa dan penghitungannya bagaimana, itu menggunakan pedoman dari pada hukum syariat Islam, dan itu menjadi domainnya Irjen Kemenag,” paparnya.

Adapun, lanjut Bambang, berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh pihaknya, Inspektorat mengeluarkan rekomendasi agar ada perbaikan manajemen pada Baznas Kabupaten Batang.

“Jadi dari hasil pemeriksaan kami, oknum yang bersangkutan ini tidak menjalankan tupoksi sesuai dengan semestinya. Ada beberapa yang sudah terpenuhi, dan ada juga yang tidak terpenuhi dalam norma terkait dengan pembukuan,” beber Bambang.

“Sementara, terkait uang yang diselewengkan, kami sendiri belum bisa memastikan, karena itu domainnya adalah APH dan Irjen Kemenag. Akan tetapi dari pengakuan oknum, memang diakui ada sebagian uang yang digunakan secara pribadi, dan ada juga uang yang hilang karena keteledorannya,” jelasnya.

Adapun rekomendasi yang dihasilkan oleh Inspektorat akan dijadikan sebagai bahan Bupati Batang untuk mengambil kebijakan terkait dengan kepengelolaan Baznas.

“Mungkin nanti Bupati akan mengambil sikap dengan melakukan pemberhentian atau bahkan sampai ke pembekuan. Namun, Bupati harus mendapatkan rekomendasi dari Baznas di tingkat yang lebih tinggi, sesuai dengan jenjang tingkatannya, dan untuk saat ini kelihatannya masih dalam proses,” tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Pranata Humas Kemenag Kabupaten Batang, Nur Muzayim, membenarkan adanya permasalahan yang menyangkut penggunaan uang umat di Baznas Kabupaten Batang.

“Kejadiannya sekitar dua tahun lalu, atau 2019 silam. Jadi biasanya UPZ Kemenag itu menyetor uang sebesar Rp 113 juta setiap bulannya ke Baznas, dan kami mendapat pengembalian sebesar 70 persen untuk kemudian ditasarufkan, namun selama 2-3 bulan tidak ada pengembalian itu dari Baznas,” katanya.

Adanya kejanggalan tersebut, lanjut Muzayim, Ketua UPZ Kemenag sempat melakukan kalrifikasi pada Baznas Batang. Selain itu, Kemenag Kabupaten Batang juga melaporkan kejadian itu pada Kemenag Provinsi Jateng.

“Kemenang Provinsi Jateng pun sudah turun, sekitar tiga kali, dengan melakukan pembinaan, kroscek hingga audit. Selain itu, Kemenag juga melaporkan sekaligus menyerahkan permasalahan ini kepada Bupati Batang selaku pemegang kendali dan juga pembina Baznas Batang,” terangnya.

Ditambahkan Muhayim, akibat peristiwa itu, pihaknya terkendala dengan susunan rencana pentasarufan yang sudah diagendakan setiap bulannya.

“Namun, saat ini permasalahan itu sudah clear, sudah diselesaikan olah Baznas. Jadi sudah tidak ada tunggakan. Baznas susah melakukan pengembalian ke Kemenag dan dari Kemenag sudah ditasarufkan,” tandasnya. (fel)