PGRI Dukung dan Dampingi Guru Honorer Seleksi PPPK

by
BERI DUKUNGAN - PGRI Cabang Warungasem saat mendatangi lokasi tes seleksi PPPK untuk mendukung rekan guru honorer yang mengikuti tes. Novia Rochmawati

BATANG – Mulai Senin (13/9/2021) Pemkab Batang menggelar seleksi PPPK untuk formasi guru. PGRI Kabupaten Batang pun turut melakukan pendampingan dan memberikan dukungan. Sehingga diharapkan banyak guru honorer yang sudah mengabdi bisa lolos menjadi pendidik PPPK.

Hal ini salah satunya seperti dilakukan PGRI Kecamatan Warungasem, Selasa (14/9/2021).
Beberapa anggota PGRI Cabang Warungasem dan Korwil Biddik Kecamatan Warungasem turut memberikan semangat dan dukungan kepada rekannya yang tengah mengikuti tes di SMKN 1 Batang. Sebelumnya PGRI Cabang Warungasem juga aktif dalam memberi informasi seputar bimbingan dan juga seleksi PPPK.

“Ini sesuai dengan instruksi dari PGRI Kabupaten Batang. Dimana PGRI turut mendampingi rekan guru honorer yang mengikuti tes seleksi PPPK. Baik dari informasi, persiapan, bimbingan dan sekarang ini kami beri semangat ketika melaksanakan tes,” ujar Ketua PGRI Cabang Warungasem, Arziska Retorika saat diwawancarai, Selasa (14/9/2021).

Ketua PGRI Kabupaten Batang, M Arief Rohman menjelaskan pihaknya mendukung penuh guru honorer Batang yang mengikuti seleksi PPPK. Dikatakannya memang persaingan untuk seleksi PPPK ini cukup ketat. Lantaran dari 239 kuota yang dibuka, total pelamar mencapai 1.547 CALON PPPK.

“Harapan kami, rekan-rekan guru dapat lolos seleksi PPPK. Tentu tidak dapat lolos dan diangkat seluruhnya pada tahun 2021, karena kuota PPPK guru relatif terbatas sebanyak 239, sedangkan total pendaftar sebanyak 1.547. Minimal teman-teman bisa mencapai passing grade, untuk memperbesar peluang mengisi kuota PPPK guru tahun berikutnya,” jelas Arief.

Ditambahkan, untuk memperbesar peluan dan mencapai passing grade dalam tes ini, PGRI Kabupaten Batang melaksanakan serangkaian upaya. Seperti menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan belajar secara terprogram dan berkelanjutan, baik diselenggarakan oleh pengurus PGRI kabupaten, cabang, APKS, dan SLCC PGRI. Kemudian PGRI Batang juga turut mendorong agar pemerintah memberikan poin afirmasi bagi yang sudah memiliki masa kerja dan usia yg lebih tinggi dengan tetap memperhatikan kompetensi profesionalnya.

“Kami juga mempertimbangkan nilai ambang batas(passing grade) agar bisa lebih banyak mengakomodasi guru Wiyata Bhakti yang telah berjuang bertahun-tahun mengabdikan diri pada negara mendidik anak bangsa, dan. Kami juga mendorong Pemkab membuka formasi utk guru TK/PAUD, mapel, serta tenaga kependidikan yang ada pada formasi tahun ini,” pungkasnya. (nov)