Mengabdi 16 Tahun, Gaji Guru Honor Cuma Rp 700 Ribu/Bulan

by
SWAB ANTIGEN - Peserta seleksi PPPK guru mengikuti swab antigen secara gratis di Aula Kecamatan Kedungwuni.

KEDUNGWUNI – Meski gagal menjadi PNS, ribuan guru honorer di Kabupaten Pekalongan antusias menyambut seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun 2021 ini. Mereka berharap akan ada peningkatan penghasilan jika lulus seleksi PPPK guru.

“Saya sudah mengabdi menjadi guru selama 16 tahun. Ngabdi sebelum saya menikah hingga usia saya sekarang 47 tahun,” tutur Ernawati, guru honorer di SDN 02 Yosorejo, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, ditemui saat antre swab antigen di Aula Kecamatan Kedungwuni, Minggu (12/9/2021).

Dikatakan, peluang untuk mengikuti CPNS terkendala batas usia. Untuk itu, ia berharap semua peserta seleksi PPPK guru bisa lulus. Sehingga, bisa mendapatkan honor yang lebih layak. Pasalnya, banyak guru honorer yang nasibnya sama seperti dirinya.

“Saya ngabdi sejak tahun 2005, sudah 16 tahun. Honor saya dari Rp 150 ribu sekarang sudah Rp 700 ribu perbulan. Saya harap semuanya bisa lulus, sehingga ada peningkatan penghasilan,” kata dia.

Guru wiyata bhakti lainnya, Elis (38), mengatakan, mengikuti swab antigen karena untuk bisa ikut seleksi PPPK guru harus ada keterangan bebas Covid-19. “Saya ndabdi di SD Karangdadap sudah 11 tahun,” katanya.