Ribuan Pelamar Memperebutkan 239 Formasi Guru PPPK

by
Kepala Dinas Pendidikan Batang memantau jalannya seleksi penerimaan PPPK guru, di ruang laboratorium komputer SMKN 1 Batang, Senin (13/9/2021). Istimewa

Batang – Sebanyak 1.547 pelamar kini sedang berkompetisi untuk memperebutkan 239 formasi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) di lingkungan Pemkab Batang. Kuota PPPK untuk tahun 2021 sejumlah 239 yaitu guru SD 200 orang guru olahraga 8 orang dan SMP 31 orang.

Tes seleksi dilaksanakan di dua tempat, yakni SMKN 1 Batang dan SMKN 1 Kandeman sejak 13-16 September mendatang. Gelombang pertama pukul 07.00-11.00 WIB dan gelombang kedua pukul 13.00-16.55 WIB.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Achmad Taufiq menjelaskan menyampaikan, pelaksanaan seleksi PPPK tahun ini memang sedikit berbeda. Pasalnya, peserta harus menyertakan hasil swab antigen sehari sebelum pelaksanaan tes.

“Mudah-mudahan setelah peserta diswab semua bisa berjalan lancar. Modal utamanya sehat dulu, ikhtiar berikutnya apa yang sudah mereka pelajari maupun mengikuti try out sebelumnya, semoga bisa memudahkan dalam menjawab soal,” ujar Achmad Taufiq ditemui usai meninjau pelaksanaan seleksi penerimaan PPPK guru, di ruang laboratorium komputer SMKN 1 Batang, Senin (13/9/2021).

Achmad Taufiq mengapresiasi pelaksanaannya lancar tes berjalan dengan lancar, karena mayoritas pesertanya masih tergolong usia muda, meskipun PPPK ini dapat diikuti oleh guru yang berusia 58 tahun.

“Saya berterima kasih kepada Plt Kepala SMKN 1 Batang, Pak Catur karena sudah memfasilitasi Tes Uji Kompetensi (TUK) ini dengan luar biasa. Sebab semua sudah tertata mulai masuk ruangan diukur suhu tubuhnya, cairan antiseptik sudah disiapkan hingga tempat beribadah karena waktu tes bagi gelombang kedua berakhir pukul 16.55 WIB, sehingga peserta tetap bisa salat asar dengan mudah dan lancar,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, di masa Pandemi Covid-19 peserta seleksi PPPK wajib membawa hasil swab antigen. Namun jika tidak dapat menunjukkannya maka dapat mengikuti seleksi PPPK susulan pada Jumat (17/9/2021), dengan tempat yang masih dirundingkan.

“Ada satu peserta yang belum bisa menunjukkan bukti hasil swab antigen, akhirnya kami tidak izinkan untuk ikut TUK,” tegasnya.

Ketua PGRI Batang, M. Arief Rohman mengatakan, PPPK merupakan kesempatan bagi para guru untuk memperoleh kesejahteraan lebih baik, selain menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Teman-teman guru setelah menjadi PPPK akan memperoleh kejelasan status dan penghasilan. Penghasilan guru PPPK itu sama dengan ASN, sesuai golongannya, paling rendah Rp3 juta untuk golongan 3A,” tandasnya. (don)