Kasus Pembunuhan Sekretaris Cantik Memasuki Babak Baru, Pengacara Ungkap Pengakuan Tersangka

oleh -
Tersangka memperagakan cara dia keluar dari ruang kantor tempat jenazah Penta ditemukan.

BATANG – Kasus pembunuhan Sekretaris Cantik, Penta Febrilia di kantor tempat pengolahan ikan Putra HM di Dukuh Karangwidoro, Kelurahan Karangasem Utara, Kecamatan Batang, nampaknya akan memasuki babak baru.

Pasalnya, tersangka SSU warga Klidang Lor, Kecamatan Batang mengaku tidak melakukan pembunuhan tersebut. Pernyataan itu diungkapkan oleh tim penasehat hukumnya, Shihabudin Zuhri.

“Saya sudah berbicara hati ke hati dengan tersangka, dan dengan menangis dia mengatakan tidak melakukan pembunuhan tersebut. Dan hal itu menjadi tugas kami untuk membuktikannya di persidangan nanti,” ungkap Shihabudin Zuhri ketika ditemui usai mendampingi kliennya menjalani rekonstruksi di lokasi penemuan mayat Penta, Senin (13/09/2021).

Jajaran Satreskrim Polres Batang, Senin (13/9) pagi menggelar rekontruksi kasus meninggalnya sekretaris cantik, Penta Febrilia, dikantor gudang fillet ikan “Putra HM” di dukuh Karangwidoro, Kelurahan Karangasem Batang.

Shihabudin Zuhri mengungkapkan, pihaknya merupakan pengacara ditengah jalan. Mengingat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) juga pengacara penyidikan. Namun pihaknya siap untuk memperjuangkan kliennya agar mendapat keadilan.

“Hukum harus tetap ditegakkan, karena semua punya hak hukum yang sama. Harus kita buktikan, Yang benar harus benar, yang salah harus salah. Dan dari pengakuan tersangka itu, kita mempunyai tugas untuk mencari bukti-bukti yang valid. Karena hukum itu tidak hanya dicari, hukum itu perlu bukti dan saksi yang sah ,” jelas Shihabudin Zuhri.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Batang, AKP Budi Santoso ketika dikonfirmasi enggan memberikan keterangan resmi. Namun pihaknya mengaku sudah mengantongi fakta dan bukti-bukti yang akan diajukan ke persidangan, untuk membuktikan bahwa tersangka adalah pelakunya.

Sementara itu, pada rekonstruksi yanh juga dihadiri pihak Kejaksaan Negeri Batang itu, tersangka 39 adegan. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan saat digelarnya pra rekonstruksi di tempat sama yang hanya memperagakan 22 adegan saja. (don)