Kolaborasi Kemenaker-IPB Ciptakan Lapangan Kerja di Kawasan Dieng

by
FOTO BERSAMA - Rektor IPB Arif Satriya, anggota DPR RI Taufiq R Abdullah, Stafsus Kemenaker Titik Masudah dan Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, Kepala BBPLK Jateng, Kepala Disnaker Batang dan lainnya saat berfoto bersama usai mengunjungi lokasi pilot project program Kemenaker.

BATANG – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) melaksanakan kunjungan ke lokasi Pilot Project Pengembangan Model Perluasan Kesempatan Kerja Berbasis Kawasan di dataran tinggi Dieng Jawa Tengah, Sabtu (11/9/2021). Kawasan ini merupakan salah satu lokasi dari 5 kawasan pilot project yang menjadi prioritas garapan Kemenaker yang digadang-gadang dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sektor non-formal.

Untuk Dieng difokuskan pada 6 desa di dua kabupaten sisi utara Pegunungan Dieng, yaitu Desa Kepakisan, Desa Bakal dan Desa Karangtengah di Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara serta Desa Selopajang Timur di Kecamatan Blado, Desa Deles, dan Desa Pranten Kecamatan Bawang Kabupaten Batang.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah melalui Staf Khususnya, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa menjelaskan, program ini didesain agar tercipta lapangan kerja baru dan dapat menyerap banyak tenaga kerja.

“Sementara ini, mungkin banyak orang menganggap tenaga kerja adalah mereka yang bekerja di sektor formal, seperti di pabrik, perusahaan dll. Padahal sektor formal hanya sebagian kecil saja, terlebih di masa pandemi ini banyak perusahaan dan pabrik-pabrik yang mengurangi karyawannya, sehingga semakin menambah angka pengangguran,” terang pria yang akrab disapa Caswi ini.

Menurutnya, program ini akan menyerap tenaga kerja yang jauh lebih banyak, karena akan ada banyak sektor yang terlibat didalamnya. “Jika pilot project ini sukses, maka kita targetkan di tahun 2024 akan kita kembangkan di setiap provinsi di Indonesia sesuai potensi daerah masing-masing,” ujarnya.