Nazhir Didorong Kreatif Manfaatkan Tanah Wakaf

oleh -
SOSIALISASI - BWI Kota Pekalongan mengundang perwakilan nazhir dari 75 lembaga di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara untuk diberikan pembinaan dan sosialisasi.

KOTA – Nazhir pengelola barang wakaf di Kota Pekalongan, didorong untuk lebih kreatif dalam mengelola dan mengembangkan barang wakaf agar bisa menghasilkan pemasukan dari segi ekonomi. Target tersebut itu menjadi salah satu prioritas program Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Pekalongan dalam pembinaan nazhir.

“Nazhir masih banyak yang hanya memahami bahwa tugas mereka hanya mengelola barang wakaf. Padahal mereka juga memiliki tugas mengembangkan barang wakaf untuk fungsi lain. Misalnya kalau ada halaman sisa tanah fakaf di masjid, bisa untuk dibangun sebuah unit usaha agar bisa menghasilkan pendapatan. Kebanyakan nazhir masih bingung karena hanya paham kalau tanah wakaf hanya untuk masjid saja,” ungkap Ketua BWI Kota Pekalongan, Achmad Tubagus Surur yang ditemui usai kegiatan Pembinaan Nazhir, Sabtu (11/9/2021).

Menurutnya, perkembangan ke depan perlu ada usaha-usaha pemikiran untuk memberdayakan tanah wakaf. “Ini yang akan kami optimalkan. Ada tugas administrasi nazhir dalam mengelola barang wakaf seperti mengurus sertifikat dan membentuk kepengurusan lengkap,” tambahnya.

Problem lain yang masih banyak ditemui, yakni banyak nazhir atau kepengurusan pengelola barang wakaf yang sudah meninggal dunia. Dalam kasus demikian, banyak yang masih kebingungan bagaimana memperbarui kepengurusan. “Masih banyak yang kesullitan bagaimana mengadakan pembaruan nazhir. Salah satu tugas kerja kami adalah untuk membantu mereka,” kata Tubagus.

Sementara Seksi Binmas Islam Kemenag Kota Pekalongan, M Thohirun menambahkan, nazhir merupakan orang yang diberi amanat untuk mengelola dan mengembangkan tanah wakaf. Sehingga dalam tugasnya, nazhir juga dituntut kreatif mengembangkan tanah wakaf. “Potensi tanah wakaf ini luar biasa. Ada potensi ekonomi yang bisa dikembangkan. Prinsip tanah wakaf, tahan pokoknya dan ambil hasilnya,” kata Thohirun yang juga Sekretaris BWI Kota Pekalongan.