Prokes PTM Agar Terus Diperketat

by
DIPERKETAT - Pihak sekolah diminta perketat Protokol Kesehatan pada saat PTM.

**Diminta Ada Batasan Khusus

KAJEN – Paskapenurunan PPKM dari 3 ke level 2, sekolah di Kabupaten Pekalongan mulai melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Agar penyebaran terus terkontrol, pihak sekolah diminta untuk memperketat Protokol Kesehatan. Demikian disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pekalongan, Kholis Jazuli saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/9/2021).

Selain itu, jumlah siswa dan batasan waktu belajar saat masuk sekolah juga harus diperhatikan. “Terutama Prokes saat Pembelajaran Tatap Muka harus benar benar diperhatikan. Kemudian dalam satu kelas maksimal 50 persen dari jumlah siswa secara bergantian,” katanya.

Kemudian untuk jam pelajaran yang sebelumnya 60 menit agar dikurangi menjadi 30 menit. Melalui batasan tersebut maka dapat mencegah penyebaran virus covid 19 apabila ada anak yang terpapar.

“PTM pertama benar benar dieperketat baik jumlah siswa, jam belajar dan fasilitas pendukung lainya sehingga lebih aman, ” kata Ketua Komisi IV DPRD dari Fraksi PKB asal dapil IV.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun juga ikut mendukung PTM. Karena pihaknya juga sudah berusaha untuk ikut menekan penyebaran COVID-19.

“Kami mendukung akan pembelajaran tatap muka dengan mengedepankan Protokoler Kesehatan,” katanya.

Komisi DPRD dan Pimpinan juga ikut secara langsung turun guna mengetahui persiapan yang ada. Sehingga benar benar dipersiapkan dengan baik fasilitas dan prokes untuk sekolah.

Seperti diketahui sebelumnya, Komisi IV DPRD Kabupaten Pekalongan mendukung akan percepatan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Santri dengan mengedepankan Prokes. Pasalnya, apabila tidak kualitas Pendidikan akan dapat merosot.

DPRD komisi IV yang kebetulan Mitra dinas Pendidikan, mendukung dengan adanya PTM terbatas ini sangat mendukung. Karena pelajar hampir dua tahun belajar melalui online atau daring. (yon)