Waduh, Rekening Milik 7.456 Penerima KKS Ternyata Saldonya Kosong

by
Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily menyerahkan cinderamata pada Bupati Batang, Wihaji.

BATANG — Rekening milik 7.456 penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kabupaten Batang, ternyata saldonya 0 rupiah. Akibatnya, warga miskin yang seharusnya mendapat bantuan dari pemerintah itupun tidak bisa mengambil uang di bank.

Hal itu diungkapkan Bupati Batang, Wihaji saat menerima kunjungan anggota DPR RI Komisi VIII, di aula kantor bupati, Kamis (09/09/2021). “Salah satu masalah terkait penyaluran bantuan dari pemerintah yaitu rekening milik 7.456 penerima KKS saldonya ternyata 0 rupiah. Karena itulah, saya meminta bantuan DPRI RI Komisi VIII untuk segera mencarikan solusinya, apakah persoalan tersebut terjadi di bank penyalur ataukah Kementrian Sosial,” ungkapnya.

Selain masalah rekening yang masih kosong, Bupati Wihaji juga membeberkan banyaknya penerima bantuan yang tidak sinkron antara nomor induk kependudukanya. Disamping itu, juga ada penerima KKS yang belum sampai ke KPM-nya, dan sekitar 2.500 bantuan sosial tunai yang gagal tersalurkan.

Dihadapan wakil rakyat dari Senayan tersebut, Bupati Wihaji menyampaikan 6 poin masalah terkait penyaluran bantuan sosial dari pemerintah pusat. Diharapkan para wakil rakyat dari Komisi VIII bisa mencarikan solusinya, mengingat hal itu berhubungan dengan masyarakat miskin.

“Dan kami juga berharap agar program bantuan sosial dari pemerintah pusat bisa dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, karena jika ada komplain pasti larinya ke kita. Tidak mungkin ke bu menteri sosial. Kami juga siap mempertanggungjawabkan kerahasian NIK penerima bantuan sosisial, kalau dikasih datanya,” jelas Wihaji.

Wakil Ketua komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily dalam sambutanya mengatakan, kunjungan anggota DPR RI komisi VIII ke Kabupaten Batang untuk memastikan bantuan sosial yang telah dianggarkan kementerian sosial bisa didistribusikan sebaik – baiknya.

Terkait masalah bantuan sosial yang saldonya 0 rupiah, pihaknya meminta himpunan bank negara (Himbara) untuk segera menyeselesaikannya. Jika memang saldonya kosong, maka harus dicari masalahnya dimana dan segera diturunkan. Sedangkan jika penyebabnya belum ada buku tabunganya, maka bank harus segera mencetaknya

“Sedangkan jika persoalanya karena penerimanya tidak ditemukan, sehingga tidak disalurkan, maka bisa segera dialihkan ke pihak – pihak yang membutuhkan. Mengingat saat ini masih banyak orang yang membutuhkan bantuan sosial,” beber Ace Hasan.

Sedangkan terkait persoalan adanya 2.500 bantuan sosial yang gagal salur, Ace Hasan menyebut bahwa penyebabnya adalah data yang bermasalab. Selain itu, juga ada sekitar 900 warga yang meninggal masih tercatat sebagai penerima, serta juga pindah alamat dan dobel bantuan.

“Persoalan terkait penyaluran bansos ini harus di selesaikan, karena menyangkut kebutuhan masyarakat. Dan pada kesempatan ini, saya juga tegaskan bahwa bantuan sosial apa pun ke masyarakat tidak ada potongan dari pihak manapun. Jika ada, laporkan pada yang berwajib,” tandas Ace Hasan. (don)