Inovasi Pelayanan Publik di Kota Santri Diharapkan Tumbuh Subur

by

KAJEN – Pemerintah mewajibkan setiap kementerian, lembaga dan pemerintah daerah untuk melahirkan suatu inovasi setiap tahunnya.

Gerakan ini diusung untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan publik melalui pembangunan dan pengembangan inovasi pelayanan public secara kompetitif di lingkungan kementerian maupun lembaga daerah.

Sejalan dengan upaya tersebut, Pemkab Pekalongan bekerjasama dengan biro organisasi Setda provinsi Jateng dan KOMPAK telah menginisiasi jaringan inovasi pelayanan public (JIPP) kabupaten Pekalongan.

JIPP kabupaten Pekalongan berfungsi antara lain kerjasama antar lembaga dalam pengembangan inovasi pelayanan publik, belajar dan bertukar informasi program inovatif dalam pelayanan publik serta dokumentasi inovasi pelayanan publik di kabupaten Pekalongan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang diwakilkan Pj Sekda, Budi Santoso saat membuka secara resmi acara Launching dan Pembukaan Workshop Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Jaringan inovasi Pelayanan Publik tingkat Kabupaten Pekalongan Tahun 2021, Rabu (8/9/2021) di aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.

Dalam sambutan yang dibacakan Pj Sekda, Bupati Fadia memaparkan dengan adanya JIPP diharapkan inovasi pelayanan publik akan tumbuh subur di kabupaten Pekalongan dan dapat berkontribusi terhadap peningkatan pelayanan public yang berkualitas untuk kesejahteraan masyarakat kabupaten Pekalongan. Selain dengan JIPP, Pemkab telah menyelenggarakan kompetsi pelayanan publik tingk kabupaten Pekalongan sejak tahun 2019. Sehingga kompetisi pelayanan publik kali ini merupakan yang ketiga kalinya.

“Kompetisi inovasi pelayanan publik merupakan wadah berkreasi dalam rangka mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik untuk menciptakan kompetisi yang sehat antar instansi dalam memberikan pelayanan public serta menjawab tuntutan dan harapan masyarakat akan pelayanan prima di seluruh layanan publik yang ada di kabupaten Pekalongan,” papar Bupati.

Kompetisi ini dirasa telah memberikan manfaat positif bagi perkembangan inovasi pelayanan public di kabupaten Pekalongan terlebih dengan diperolehnya penghargaan Top 45 dalam kompetisi inovasi pelayanan publik KIPP tingkat nasional atau SINOVIK selama 2 (dua) tahun berturut turut sebagaimana telah dilaporkan oleh kepala bagian organisasi.

Ke depan, diharapkan lahir inovasi-inovasi lainnya yang baru, unik dan mempunyai kemanfaatan tinggi sehingga dapat diakui secara nasional bahkan internasional dan ditiru oleh pemerintah kabupaten/kota lainnya.

Melalui kompetisi inovasi pelayanan public yang menghadirkan tim juri yang terdiri dari unsur akademisi (UMPP dan IAIN) , unsur non government organization (KOMPAK), kolaborasi masyarakat dan pelayanan untuk kesejahteraan serta praktisi jurnalistik, diharapkan bisa menghasilkan inovasi-inovasi pelayanan public yang terbaik dan bermanfaat untuk kemajuan kabupaten Pekalongan dalam rangka mewujudkan good goverment serta meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

“Oleh karena itu saya berharap kepada para peserta untuk mengikuti workshop ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Sementara itu usai membacakan sambutan Bupati Pekalongan, Pj Sekda Budi Santoso menambahkan bahwa ke depan Pemkab Pekalongan akan merambah hingga desa melalui smart desa dan smart city.

“Oleh karena itu, mulai dari dokumen perencanaan hingga pembelanjaan APBD sampai dengan monitoring evaluasi bisa disampaikan melalui jaringan informasi yang ada atau melalui pemanfaatan teknologi yang ada bekerjasama dengan ahlinya sehingga kedepan, model Musrenbangdes hingga Musrenbangkab hingga provinsi dan nasional bisa didorong melalui jejaring informasi melalui sistem informasi yang dibangun, dan dalam genggaman pula dapat diikuti perkembangannya, termasuk pembelanjaannya, pelaksanaan APBD nya, bisa didorong, bisa disimak oleh pimpinan dalam genggamannya,” terang Pj Sekda.

Pj Sekda juga mengajak mewujudkan gagasan dari Ibu Bupati untuk mencoba menginovasi pendapatan melalui e-income. Harapannya dalam hitungan detik, menit, jam, perkembangannya bisa dipantau sehingga contact person orang per orang akan terkurangi dan kebocoran bisa terkurangi sehingga optimalisasi pendapatan tercapai.

“Mimpi-minpi ini ayo kita dorong, agar Ibu Bupati bisa mewujudkannya. Termasuk inovasi pelayanan di masing-masing OPD , hingga termasuk nantinya bantuan-bantuan sosial dan sebagainya termonitor dan terotomatisasi kepada yang berhak menerima tanpa human error,” pinta Pj Sekda.