ULP Tepis Dugaan Kolusi Tender

by

*Lelang Sesuai Prosedur

KAJEN – Pengadaan atau proses lelang yang dilaksanakan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Pekalongan selalu sesuai dengan regulasi. Sehingga, tidak ada kolusi untuk pengaturan pemenang lelang di ULP Kabupaten Pekalongan.

Hal itu ditandaskan Kabag Pengadaan Barang/Jasa Setda Kabupaten Pekalongan selaku Ketua Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa, Eka Iman Prabawa, didampingi Kepala Dinkominfo Anis Rosidi, saat memberikan hak jawabnya atas pemberitaan di Radar Pekalongan yang terbit pada 3 September dan 6 September 2021, Selasa (7/9/2021).

“Proses pemilihan penyedia telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan dokumen pemilihan,” tandas Eka.

Disebutkan, sesuai ketentuan dokumen pemilihan metode tender, pascakualifikasi, satu file, Sistem Harga Terendah, maka penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan, syarat-syarat, dan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat. “Evaluasi teknis dilakukan dengan sistem gugur. Peserta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis dilanjutkan dengan evaluasi harga,” ujar dia.

Selanjutnya, Pokja Pemilihan melakukan evaluasi kualifikasi terhadap dokumen kualifikasi yang disampaikan (diunggah) oleh peserta melalui form elektronik isian kualifikasi dalam SPSE atau pada fasilitas upload data kualifikasi lainnya. Ditandaskan, penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang memenuhi syarat administrasi, kualifikasi, teknis dan harga. “Dalam pemilihan penyedia sudah dilakukan klarifikasi dan pembuktian kualifikasi terhadap direktur perusahaan atau yang mewakili yang namanya tercantum dalam Akte Pendirian Perusahaan. Bahwa benar perusahaan tersebut yang menawar pekerjaan sesuai dengan sistem di LPSE. Sehingga, dalam pemilihan penyedia tidak ada istilah pengantin,” ujar dia.

Ditambahkan, HPS dan value for money bukan merupakan indikator kerugian negara. (had)