Turun ke Level 2, Jangan Euforia!

by
INGATKAN PROKES - Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria terjun langsung mengingatkan warga untuk mematuhi prokes.

*Masyarakat Kota Santri Diminta Tetap Patuhi 5M

KAJEN – Dengan kerja keras semua pihak, Kabupaten Pekalongan akhirnya masuk ke level 2 dari sebelumnya level 3. Kondisi ini akan terus dievaluasi. Untuk itu, semua pihak diharapkan tidak bereuforia sehingga lengah. Tetap patuhi 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas). Agar Kota Santri bisa turun lagi ke level 1.

Pj Sekda Kabupaten Pekalongan, Budi Santoso, dikonfirmasi kemarin siang membenarkan Kabupaten Pekalongan sudah level 2 per Senin (6/9/2021), saat diterbitkannya Inmendagri. Disinggung apakah akan ada perubahan dengan turunnya level itu, ia menyatakan, kebijakan yang ada tetap menyesuaikan dengan Inmendagri dan instruksi gubernur. “Acuan kami hanya itu. Misalnya, pariwisata akan mulai diuji coba dengan izin gubernur, PTM disesuaikan, mungkin ada perluasan kelas atau sekolah, dan seterusnya,” ungkap dia.

Ia mengimbau masyarakat tetap jaga prokes agar level 2 bertahan, bahkan bisa turun lagi ke level 1, sehingga kehidupan kembali normal. “5 M itu kuncinya. Semuanya harus patuh dengan 5M ini. Pedagang pasar dan lainnya. Meski sulit, ini wajib agar corona sirna,” tandas dia.

Disebutkan, Kabupaten Pekalongan bisa turun ke level 2 karena indikator yang ada bisa tercapai. Yang pertama dari sisi angka kematian, BOR, dan 3T (tracing, testing, dan treatment). “Itu indikator utama. Dan Alhamdulillah kita turun semua. Makanya kita akan terus gencarkan 3T. Dari tracing dan testing yang kita lakukan belakangan ini Alhamdulillah kan sering 0 kasus di beberapa titik. Jadi tingkat penularannya sudah rendah,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Setiawan Dwiantoro, dikonfirmasi terpisah mengatakan, indikator untuk menentukan level itu banyak. Di antaranya prevelensi dari kasus positif, banyaknya yang dirawat, kemudian juga kasus kematian.