Persaingan Pendidikan Ketat

by
SEPI - Hari pertama tahun ajaran baru 2021/2022 di sekolah tampak sepi karena PTM terbatas ditunda. Ini foto dokumen Radar.

**Tak Sedikit Sekolah Negeri Tersingkir
**Bahkan Ada Satu SDN Tutup

KAJEN – Persaingan dunia pendidikan di Kabupaten Pekalongan kian ketat. Tak sedikit sekolah negeri justru tersingkirkan hingga minim murid. Bahkan ada satu sekolah dasar negeri tutup karena tak ada muridnya. Hal itu dibenarkan Kabid Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Aji Suryo Sumanto, Senin (6/9/2021). Dikatakan, ada beberapa faktor sekolah negeri kekurangan murid. Di antaranya, anak usia sekolah di sekitar wilayah sekolah itu sangat sedikit, orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta atau sekolah berbasis agama, hingga tren orang tua mengirim anaknya ke pondok pesantren. Tidak sedikit pula orang tua yang menyekolahlan anaknya di sekolah negeri lainnya yang juga berdekatan dengan sekolah itu. Sekolah-sekolah negeri yang kekurangan murid pun akhirnya di re-grouping (digabung).

Menurutnya, re-grouping sekolah kekurangan murid ini berdasarkan Peraturan Mendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah. Utamanya pada bab 2 tentang petunjuk teknis penerima dana dalam petunjuk BOS tahun 2020.

“Artinya, sesuai aturan itu, bahwa sekolah yang akan menerima dana BOS adalah sekolah yang jumlah siswanya 60. 60 itu satu sekolah,” terang dia.

Setelah diteliti dan diverifikasi, lanjut dia, di Kabupaten Pekalongan ada sejumlah sekolah negeri yang jumlah muridnya kurang dari 60. “Ada yang 20, ada yang 30, ada yang 40. Akhirnya kini diadakan semacam re-grouping,” terang dia.

Disebutkan, sekolah minim murid itu ada di enam korwil (kecamatan). Yakni di Korwil Tirto ada 4 SD, Bojong ada 4 SD, Doro 2 SD, Kajen 4 SD, Kedungwuni ada 3 SD, dan di Korwil Kandangserang ada 4 SD. Total ada 21 SD negeri yang minim murid.