Transmigrasi Kurang Diminati

by
Edy Herijanto

“Kita jaring itu sampai keliling. Intinya transmigrasi tidak seperti dulu. Dulu kan mangkat balik, mangkat balik, sekarang ndak bisa. Sekarang harus serius. Dulu kan transmigrasi, pulang lagi, tanahnya dijual, terus daftar lagi. Sekarang ndak bisa. Orang-orang yang berangkat ke sana harus serius di sana,” tandas dia.

Dikatakan, setelah ada peminat pihaknya akan mendaftarkannya ke Kemenaker. Selanjutnya ada MoU antara Pemkab Pekalongan dengan Kalteng. Setelah itu, pihaknya melakukan penjajakan lokasi transmigrasi.

“Sekarang (lokasi transmigrasi) sudah dibangun sekitar 60 persen. Sekitar bulan November berangkatnya,” katanya.

Ditambahkan, peserta transmigrasi akan diberi saku Rp 14 juta dari APBD. Perjalanan ke lokasi semuanya gratis. “Kita kawal sampai ke lokasi. Di sana sudah disediakan rumah. Tanahnya 250 meter persegi. Rumah ditaksir nilainya Rp 80 juta. Dikasih lahan 2 hektar,” terang dia.

Ditambahkan, program transmigrasi ada setiap tahunnya. Namun tahun lalu tidak ada karena pandemi Covid-19. (had)